Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Pengamat : Perguruan Tinggi Indonesia Butuh Dosen Kreatif

- Senin, 14 Maret 2016 17:29 WIB
260 view
Padang (SIB)- Pengamat pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Ade Djulardi menilai bahwa perguruan tinggi Indonesia membutuhkan banyak dosen kreatif.

"Dosen kreatif ini tidak hanya kreatif untuk diri sendiri melainkan juga aplikatif untuk banyak orang, dan saat ini jumlahnya belum merata," kata dia, di Padang, Jumat.

Dia menyebutkan kriteria yang dimaksud kreatif ini yakni pandai mencari sesuatu inovasi yang bermanfaat bagi banyak orang. Inovasi itu dilakukan dalam mengajar, melakukan riset dan pengabdian masyarakat.

Inovasi dalam mengajar tentunya dosen dapat kreatif mencari suatu cara untuk mencegah kebosanan mahasiswa terhadap materi. Dengan sistem siswa sebagai pusat pembelajaran tentunya metode lama yakni hanya mengajar sudah tidak layak dipakai, mungkin hanya dalam kondisi tertentu saja.

Dalam hal ini dosen kreatif menemukan metode yang aktif juga reaktif bagi mahasiswa, artinya menganggap mahasiswa bukan hanya yang diajar namun juga tempat berbagi pemikiran. Sebab kadang kalanya mahasiswa juga memiliki pemikiran yang lebih baik dari dosen.

Sebagai contoh memberikan hadiah reward atau nilai gratis untuk ujian bagi yang berprestasi, seperti yang telah dilakukannya.

"Dalam pengabdian masyarakat dosen perlu mengembangkan ide kreatifnya untuk membangun masyarakat," ujarnya.

Jangkauan masyarakat ini tidak hanya warga namun juga industri yang bisa menggunakan jasa dari hasil penelitiannya.

Disamping itu dosen kreatif dalam pengabdian ini memiliki kemampuan memotivasi dan mengarahkan masyarakat untuk melakukan metode yang dikembangkannya.

Biasanya dosen kreatif ini memiliki metode yang ringan, murah, berbeda dan mudah dipahami masyarakat.
 
"Dalam bidang penelitian jelas penemuan yang berbeda dan berinovasi menjadi kunci dosen kreatif," tambahnya.

Selain itu dosen kreatif tidak menyerah saat faktor pendukungnya mengalami hambatan, selalu ada cara untuk mengembangkan penelitiannya.

"Dari perjalanan saya menelusuri berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dosen seperti ini belumlah banyak," kata dia.

Dosen kreatif seperti ini masih banyak di perguruan tinggi unggulan dan favorit saja, belum merata seluruh Indonesia.

Padahal, tambah dia, pentingnya dosen kreatif ini untuk menunjang prestasi perguruan tinggi di mata dunia.

Terutama dalam membentuk identitas suatu perguruan tinggi agar disegani oleh dunia internasional, ujarnya.

Sementara itu Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar rancangan utama sumber daya manusia pendidikan tinggi di Tanah Air.

"Perguruan tinggi yang bagus terletak pada sumber daya manusianya, baik itu rektor, tenaga pendidikan, dosen tamu dan lainnya. Akan tetapi yang paling utama itu adalah dosen ya," ujar Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof dr Ali Ghufron Mukti. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru