Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Pengamat : Sarana Lengkap Menunjang Kampus Menjadi Unggul

- Senin, 21 Maret 2016 18:51 WIB
93 view
Padang (SIB)- Pengamat pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Ade Djulardi menilai pengelolaan sarana yang lengkap menunjang kampus menjadi unggulan.

"Keunggulan sarana seperti pustaka, laboratorium dan ruang perkuliahan sangat menunjang juga suatu kampus menjadi yang terbaik," katanya di Padang, Kamis.

Dia menyebutkan pustaka yang berindikator unggul tentu memiliki ruang buku, ruang baca, dan fasilitas pendukung yang lengkap lainnya. Kemudian secara manajemen juga cukup sehat dan baik, sehingga ganjarannya memperoleh akreditasi A.

Selain pustaka, ruangan kuliah yang representatif dan nyaman juga mendukung keunggulan kampus. Sebagai contoh di Unand, pembaruan yang dilakukan terhadap gedung kuliah menarik minat mahasiswa dari luar daerah.

Implementasinya hal tersebut menjadi salah satu indikator Unand meraih predikat akreditasi A.

Begitupun yang terjadi di Universitas Indonesia, IPB dan ITB yang memiliki ruangan dengan fasilitas lengkap, juga menjadi salah satu faktor majunya perguruan tinggi tersebut.

"Laboratorium jelas menunjang kemajuan kampus karena sebagai faktor penentu terciptanya berbagai inovasi," ujarnya.

Menurutnya laboratorium yang lengkap peralatannya dan nyaman akan menentukan kepuasan dosen. Bila kenyamanan tersebut telah dirasakan, dosen dapat mengembangkan pemikirannya dalam berbagai bentuk penelitian.

Sebaliknya laboratorium yang tidak representatif dapat mengganggu kreativitas dosen dalam menciptakan inovasi.

Sebagai contoh laboratorium yang dikembangkan di Unsyiah Aceh. Saat ini telah mendapat lisensi nasional dan internasional. Implikasi tersebut Unsyiah diganjar akreditasi A, tambahnya.

"Jarak perbedaan antara perguruan tinggi di Jawa dan luar Jawa yakni pada ketimpangan indikator tersebut," katanya.

Persoalannya kampus di Jawa memiliki keunggulan karena telah teruji dalam manajemennya, serta mengalami pengawasan langsung dari pusat mengingat jarak yang dekat.

Sementara kampus di luar Jawa memiliki tingkat pembangunan dan manajemen tidak seimbang.

Akibatnya wajar jika banyak kampus unggulan berasal dari Jawa.

Untuk itu kata Ade, pimpinan kampus dapat memeriotaskan tiga indikator tersebut dalam pembangunan, disamping indikator secara sumber daya manusia.

Sementara itu rektor Unand Prof Tafdil Husni mengatakan bahwa untuk menciptakan sumber daya unggul tidak hanya pembangunan fisik saja melainkan juga.

Sebagai institusi, sebut dia, kampus perlu menyeimbangkan ketiga hal tersebut. (Ant/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat