Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

SMI: Hentikan Praktek Proses Kapitalisasi Pendidikan

- Senin, 09 Mei 2016 18:51 WIB
249 view
Jakarta (SIB)- Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) menginginkan pemerintah dapat bertindak dalam rangka menghentikan proses kapitalisasi pendidikan yang dinilai hanya akan menyebarkan nilai-nilai liberalisasi sektor pendidikan.

"Proses liberalisasi di sektor pendidikan akan menyebabkan pendidikan sarat dengan nilai-nilai kebebasan di mana negara perlahan tidak lagi bertanggung jawab sepenuhnya," kata Sekretaris Jenderal SMI Andre Serizawa dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Menurut dia, bila pendidikan diserahkan pada pihak swasta dengan menggunakan mekanisme pasar, maka hal tersebut dapat disimpulkan sebagai praktek dari proses kapitalisasi pendidikan.

Ia berpendapat seharusnya solusi problematika pendidikan yang diambil bukanlah dengan mengupayakan pendidikan gratis, akan tetapi memperketat standarisasi yang harus dipenuhi oleh universitas.

"Seperti menetapkan rasio dosen-mahasiswa di tengah sulitnya birokrasi sertifikasi dosen, adalah semata untuk mengejar target kuantitas partisipasi pendidikan tinggi, tanpa peduli mahalnya biaya kuliah," katanya.

Sekjen SMI menegaskan, persoalan pendidikan nasional sejatinya bukan hanya persoalan mahasiswa atau pun civitas akademika kampus semata, melainkan persoalan rakyat.

Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menekankan pentingnya peningkatan kualitas manusia pada peringatan Hari Pendidikan NasionalĀ  (Hardiknas).

"Hari pendidikan nasional kita rayakan sebagaiĀ  hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya," ujar Mendikbud saat membacakan pidato peringatan Hardiknas di Jakarta, Senin (2/5).

Sementara itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyerukan reformasi pendidikan tinggi pada pelaksanaan peringatan Hardiknas.

"Reformasi pendidikan tinggi merupakan suatu keniscayaan pada saat ini, ketika kita menghadapi beragam tantangan luar biasa dalam skala lokal, nasional maupun global," ujar Menristekdikti saat memberikan sambutan dalam memperingati Hardiknas di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/5).

Menristekdikti mengatakan ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan dalam mereformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi mulai dari deregulasi, penyediaan pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada siswa serta pangsa pasar, perubahan kurikulum, penyediaan dosen, guru besar, dan tenaga kependidikan yang profesional.

Juga pendidikan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, model bisnis pendidikan yang baru, orientasi pada keterampilan yang teruji dan berdaya saing, pengembangan bidang ilmu strategis, revitalisasi kelembagaan, kemampuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang kompetitif, tambahnya. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat