Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Kemendikbud Canangkan GIM dan GP3M

- Senin, 16 Mei 2016 20:01 WIB
308 view
Ambon (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencanangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M) di Ambon.

"GIM dan GP3M merupakan bagian kegiatan yang dilakukan di seluruh Inonesia, "kata Kepala Pusat Pengembangan Strategis Diplomasi Kebahasaan Kemendikbud, Emi Emilia saat pencanangan di Ambon, Sabtu.

Menurut dia, pencanangan yang dilakukan bukan seremonial semata, tetapi untuk memantik gelora literasi dan pemberdayaan perempuan di seluruh penjuru negeri.

"Kita berharap gelora literasi dan pemberdayaan perempuan di kota Ambon dapat membesar, menyebar dan menerangi penjuru negeri," katanya.
Emi menyatakan, pencanangan GIM dan GP3M di Ambon merupakan bagaian dari ikhtiar memelihara spirit perjuangan pahlawan nasional Christina Martha Tiahahu.

Semangat perjuangan pahlawan nasional itu haruslah menginspirasi masyarakat Maluku, khususnya di hati semua perempuan di kota Ambon.

"Kita percaya semangat ini tidak pernah padam, karena di kota Ambon data Kemendikbud sebanyak 27 TBM dan ratusan penggiat literasi yang mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan masyarakat," ujarnya.

Dijelaskannya, kebiasaan membaca adalah cara mencerdaskan manusia Indonesia. Membaca adalah ikhtiar paling dasar dalam belajar. Tanpa membaca pintu wawasan tidak akan terbuka, mustahil ilmu menyala, dan tidak akan lahir perempuan kuat yang sanggup menegakkan pilar ketahanan moral bangsa.
"Mencerdaskan manusia Indonesia melalui literasi, sama artinya menyiapkan jalan menuju masa depan bangsa yang gemilang," kata Emi.

Sedangkan, Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru mengatakan, GIM merupakan kegiatan membangun budaya baca masyarakat, yang penyelengaraannya harus dilakukan secara lintas sektoral dengan melibatkan lembaga swasta, organisasi sosial, kegamaan, profesi, satuan PAUD, pendidikan formal maupun non formal.

"Hal ini penting untuk menjamin ketersediaan, kualitas, kesetaraan dan kapasitas layanan bacaan kepada masyarakat, guna memperoleh informasi meningkatkan kulaitas hidup," katanya

GIM juga merupakan kegiatan sosialisasi dalam rangka menyampaikan pesan agar masyarakat secara serempak saling membantu menyediakan sarana dan prasarana, serta media bacaan guna mendorong tumbuhnya kegemaran membaca.

     Ia menambahkan, hasil penelitian 60 persen warga belajar pendidikan keaksaraan di Indonesia dalah perempuan. Fungsi perempuan dalam keluarga sangat memepengaruhi kehidupan dan kesejahteraan keluarga.

     "Dapat dikatakan bahwa bila perempuan Ambon, Maluku dan Indonesia cerdas, maka masyarakat juga akan cerdas, karena yang memulai pendidikan bagi generasi bangsa adalah perempuan yakni dimulai sejak dalam kandungan ibu," ujar Anthony Latuheru. (Ant/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru