Silangit (SIB)- Rektor Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA), Ir Adriani Siahaan MP menyampaikan harapannya kepada mahasiswa/i baru tahun akademik 2016/2017 yang sudah dikukuhkan agar menjadi "partamue" (menjamu) tamu, sebab UNITA merupakan pintu atau gerbang utama Danau Toba untuk datang ke Tapanuli.
"Kalau kita sudah disebut pintu atau gerbang maka kita yang ada di sekitar kampus ini bisa menjadi penjamu yang baik, tentu kita harus rubah sikap yang jelek menjadi yang baik, berbicara harus baik dan penampilan yang baik dengan menegur, menyapa dan menyalam," kata Adriani mengawali sambutannya di sela-sela acara pengukuhan mahasiswa/i baru di Aula Kampus Bumi Pendidikan Silangit Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jumat (30/9).
Rektor mengemukakan, seluruh civitas juga harus bersyukur karena Kampus UNITA dekat dengan Bandara Silangit. "Saya sering mengatakan kepada kawan-kawan saya yang punya kampus di mana saja, kalau mau ke Jakarta waktunya 2 jam dan kalau mau ke Singapura mungkin bisa 2 jam juga, karena dari Batam dulu baru ke Singapura, entah mau kemana saja, akses kita sudah sangat dekat," ungkapnya.
"Dengan begitu, kita sangat bersyukur kepada pemerintah yang membangun Bandara di Desa Silangit. Kita juga patut bersyukur kalau saya dari Jakarta ke Medan atau dari Medan ke Jakarta ke Silangit mereka mengatakan, kita akan menuju Danau Toba Silangit, enak sekali saya dengar saat di pesawat," katanya seraya menambahkan, Danau Toba sudah menjadi tujuan wisata dari 10 destinasi unggulan Indonesia, harus disyukuri karena Danau Toba dekat dengan Kampus UNITA.
Dikatakan, UNITA bercita-cita menjadi Perguruan Tinggi yang maju, bermutu, berdaya saing, berwawasan global dan berkarakter dalam kebersamaan dan UNITA memposisikan dirinya menjadi wadah pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan ilmu sosial kemanusiaan bagi anak bangsa yang diperuntukkan bagi kemajuan masyarakat Tapanuli.
Sebagai pintu gerbang Tapanuli, kata Rektor, tugas civitas akademik cukup banyak. Oleh karenanya, mahasiswa/i baru diharapkan dapat mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin sehingga tamu yang akan datang berkunjung ke kawasan Danau Toba, datang lagi untuk kedua kali. "Jadi persiapkan dirinya untuk tetap berada di Kampus UNITA yang tercinta ini dan untuk tetap berada di sekeliling Tapanuli, karena kitalah yang memperbaiki Tapanuli ini, kalau bukan kita, siapa lagi yang memperbaiki," tegasnya.
Ditambahkannya, mahasiswa/i baru UNITA akademik 2016/2017 telah menjalani masa orientasi dan beberapa materi seperti kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan PT, tentang hak azasi manusia, kegiatan akademik, pengenalan nilai budaya, kegiatan mahasiswa, pelayanan kemahasiswaan, pendidikan karakter, prospek peluang kerja motivasi dan kiat sukses sudah dilakukan dosen dan panitia orientasi (senior mahasiswa) dengan baik.
"Terimakasih kepada dosen yang telah mempersiapkannya, dan ini semuanya dapat diterima mahasiswa/i baru dengan baik seperti seorang yang memasuki tempat yang baru, mahasiswa/i baru tentu akan beradaptasi dengan tempat yang baru dan akan beradaptasi pada lingkungan bahwa tempat ini sudah menjadi milik kalian. Kalau kita sudah memiliki UNITA saya berharap untuk memeliharanya dan menyayanginya," katanya.
Selain itu, kata Rektor, UNITA telah menerima program beasiswa pendidikan mahasiswa berprestasi (Bidik Misi) dari DIKTI sesuai dengan kuota yang ditentukan oleh setiap Program Studi (Prodi) yang syaratnya adalah jika Prodi itu akreditasi B dan UNITA sudah meraih akreditasi B.
Dikatakannya, jika telah menerima Bidik Misi, penerima tidak boleh lepas dari UNITA. Seandainya lepas dari kampus maka mahasiswa akan mengembalikan uang Bidik Misi kepada negara dan seandainya mahasiswa lari maka pihak terkait mengejar kemanapun. "Jadi mahasiswa yang ingin mengikuti program Bidik Misi harus belajar dengan baik karena mahasiswa dituntut cepat-cepat selesai kuliah dengan nilai yang baik agar bisa tampil beda mahasiswa yang dibiayai negara," ujarnya.
Sebelum pengukuhan mahasiswa/i baru dilaksanakan, terlebih dahulu dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta mengheningkan cipta yang dipimpin Rektor UNITA untuk mengingat para pahlawan pendidikan dan pendiri UNITA Alm Dr GM Panggabean yang semasa hidupnya terus berjibaku untuk memajukan pendidikan terutama di kawasan Tapanuli.
Selanjutnya, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Ester Mawar Siagian MM membacakan rekapitulasi jumlah mahasiswa/i baru tahun akademik 2016/2017 dengan jumlah keseluruhan 363 orang dengan perincian, Fakultas Prodi Teknik Industri 15 orang, Fakultas Prodi Pertanian Agroteknologi 13 orang, Fakultas Prodi Ekonomi Manajemen 159 orang, Fakultas Hukum 45 orang, FKIP Matematika 28 orang, FKIP Bahasa Inggris 30 orang, FKIP Bahasa Indonesia 51 orang dan FKIP PPKN 21 orang
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Joan Berlin Damanik SSi MM mewakili seluruh Dekan menyampaikan, ucapan selamat kepada mahasiswa/i baru. "Kita harus paham dengan kondisi negara kita sekarang, di mana perhatian pemerintah pada saat ini sudah cukup baik, dan kita sebagai masyarakat Tapanuli harus mampu menyiapkan diri menjadi pioner dalam dunia pekerjaan maupun dunia usaha," kata Joan Berlin.
Diharapkannya, masyarakat segera mengambil langkah untuk kuliah di UNITA, tidak ada lagi alasan tidak mampu kuliah. "UNITA didirikan tahun 1987, kalau dulu orang Batak harus sekolah keluar dari Tapanuli ini, sekarang sudah bisa kuliah di kampung kita sendiri. Jadi dengan hadirnya UNITA, masyarakat Batak harus mampu bersaing mencari pengetahuan dan tanpa pengetahuan kita tidak akan bisa menguasai dunia, jadi mahasiswa baru sudah mengambil langkah yang sangat tepat," kata Joan disambut tepuk tangan.
Terpisah, utusan tokoh masyarakat Op Friska Simanjuntak/Br Hutasoit didampingi Op David Tampubolon/Br Sinaga, Op Memory Simanjuntak/Br Hutasoit dan Op Celsi Tampubolon/Br Simaremare mengungkapkan rasa bangganya kepada UNITA dan mengucapkan selamat kepada mahasiswa/i baru.
"Kami mendoakan agar Tuhan lebih memajukan UNITA dan mudah-mudahan UNITA berkembang ke depan. Oleh karenanya orang tua merelakan tanahnya kepada UNITA tanpa harga dan kami menyampaikan itu kepada Alm GM Panggabean tahun 1985 biar anak-anak Tapanuli menjadi manusia yang maju," kata Op Friska.
Tokoh masyarakat Desa Silangit masing-masing didampingi istri memasuki Kampus UNITA dengan menjunjung tandok berisikan boras sipir ni tondi, itak gur-gur, indahan las, Dekke Sitio-tio dan tuak takkasan yang mengartikan turut memiliki Kampus UNITA yang berada di lingkungan desa mereka.
Pengukuhan mahasiswa/i baru dilaksanakan dengan pemberian boras sipir ni tondi dan ulos kepada setiap perwakilan dari seluruh mahasiswa yang mengikuti pengukuhan yang terdaftar di seluruh fakultas.
Para fungsionaris UNITA dan tokoh masyarakat selanjutnya memberikan dekke simudur-udur (ikan mas arsik), itak gur-gur dan tuak takkasan minuman khas Batak.
Di penghujung acara, para mahasiswa baru dan panitia mengumandangkan beberapa lagu daerah hingga membuat suasana meriah dan dilanjutkan dengan makan bersama. (E02/d)