Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Inefisiensi-Inefektivitas Tantangan Pengembangan PT

- Senin, 10 Oktober 2016 17:20 WIB
350 view
Inefisiensi-Inefektivitas Tantangan Pengembangan PT
Yogyakarta (SIB)- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan inefisiensi dan inefektivitas proses pembelajaran menjadi tantangan besar dalam pengembangan perguruan tinggi di Indonesia.

Karena itu, katanya di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Jumat, pemerintah menuntut para penerima beasiswa negara  dapat menjadi penggerak kemajuan pendidikan di Indonesia. 

Dengan demikian, lanjut dia, dengan mutu yang baik pemerintah bisa meningkatkan indeks persaingan global.

"Dengan pemberian beasiswa kami menuntut para mahasiswa  terus meningkatkan mutu. Ini yang harus didorong agar pendidikan Indonesia menjadi lebih baik," papar dia.

Nasir memaparkan tantangan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi agar tidak tersingkir dan termarjinalkan dalam persaingan global.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan China, Indonesia memiliki jumlah perguruan tinggi yang jauh lebih banyak, namun secara kualitas mutu perguruan tinggi di Indonesia masih kalah unggul dibandingkan China.

Ia mencontohkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 255 juta, dan memiliki 4.350 perguruan tinggi.

Jika dikomparasi dengan China, kata dia, jumlah penduduknya 1,4 miliar dan hanya punya 2.824 perguruan tinggi.

"Tapi 10 dari perguruan tinggi mereka bisa masuk ke dalam peringkat 500 universitas terbaik di dunia. Karena itu, kami sangat berharap semua dosen yang sedang studi dapat berkarya lebih baik lagi bagi masa depan Indonesia," jelas Nasir. (Ant/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru