Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Prof Dr Runtung Sitepu: Tidak Ada Main Uang Dalam Pemilihan Rektor USU

- Senin, 31 Oktober 2016 20:51 WIB
354 view
Prof Dr Runtung Sitepu: Tidak Ada Main Uang Dalam Pemilihan Rektor USU
Medan (SIB) -Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum mengatakan, dalam pemilihan Rektor USU ia tidak ada mengeluarkan biaya sepeserpun untuk kemenangannya. Tidak ada pemilihan rektor USU yang diulang ataupun tertunda, karena pemilihan yang diadakan Januari 2016 lalu sudah sangat demokratis.

Pemilihan rektor perguruan tinggi negeri (PTN) yang sangat demokratis adalah di USU, kata Prof Runtung menjawab wartawan di Medan, Kamis (27/10) terkait adanya berita "KPK endus permainan uang terkair pemilihan rektor PTN", dan juga  disebut 35 persen suara menteri rawan korupsi.

Dikatakan Runtung, 35 persen suara menteri, itu adalah sesuai peraturan pemerintah No 16 tahun 2014 tentang statuta USU. Kepada siapa suara menteri yang 35 persen itu diberikan, tentu terserah menteri memberikan kepada calon rektor peserta Pilrektor.

Yang diulang dulu di USU adalah pemilihan anggota MWA, menjadi system one man one vote dan telah diuji publik. Terpilih 17 anggota MWA (8 wakil senat dan 9 wakil masyarakat) dan ditambah 4 orang yang tidak dipilih, namun karena jabatannya (ex officio) yakni Rektor,  Gubsu, Ketua alumni USU dan Menristekdikti. Ke 21 orang inilah yang memilih Rektor USU periode 2016-2021. Jadi dalam proses pemilihan Rektor USU Januari lalu, peraturan yang dipakai semua telah diuji publik sehingga sudah sesuai dengan harapan civitas akademika USU. Walaupun mungkin ada yang kecewa, tapi itulah yang kemudian menjadi kesepakatan bersama dengan merubah peraturan dari 8 ke 9 suara suara itu ke system "one man one vote".

Satu rupiah pun tidak ada untuk urusan-urusan yang melanggar hukum dalam Pilrektor. Artinya tidak ada permainan uang dalam pemilihan rektor USU, sama sekali tidak ada, tegas Runtung.

"Saya tidak pernah mau untuk urusan jabatan ini dengan menggunakan uang. Ini pemilihan semua berjalan secara demokrasi dan dilaksanakan di ruang rapat Menristekdikti, Jakarta. Entah dari manalah sumber berita itu yang menyebut ada permainan uang, saya pun tidak tahu. Karena tidak ada satu pun yang mengatakan sumbernya dari mana," kata rektor.

Kalau ada laporan harusnya ada yang bertanggungjawab. Ini hanya menduga-duga sehingga membuat isu yang meresahkan masyarakat. Saya kira hal ini sesuatu yang tidak baik dalam kehidupan bernegara, katanya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menunda pemilihan rektor di empat kampus. Empat kampus negeri yang pemilihan rektornya tertunda adalah Universitas Negeri Manado (UNIMA), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Musamus Merauke (UNMUS).

Dikatakan Runtung , tidak ada satu suratpun yang menyatakan pemilihan rektor USU diulang. Cuma dulu ada di medsos, disebut pemilihan ulang anggota Majelis Wali Amanat (MWA), hanya itu saja.

Pemilihan rektor USU tidak tertunda, malah ia sebagai Rektor USU telah dilantik 28 Januari 2016 lalu. Pemilihan Rektor USU telah dilaksanakan 21 Januari 2016 dan pelantikan 28 Januari 2016, katanya.

Saya tidak ambisius, dan tidak mungkin mau main uang untuk jabatan ini. Tujuan saya ingin memperbaiki dan membangun lebih baik USU ini. Selama 9 bulan jadi rektor, kini telah terjadi peningkatan luar biasa, antara lain dalam penelitian, jurnal internasional, juara-juara mahasiswa bertambah. Akreditasi prodi ada 6 yang sudah A dan 67 sudah diajukan ke BAN PT. Mudah-mudahan segera tercapai kembali harkat dan martabat USU ini ke depan. Akreditasi institusi USU masih B, ini tugas berat mempersiapkan persyaratannya untuk segera dikirim ke Jakarta menjadi A, katanya. (A01/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru