Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

DPRD Deli Serdang Pemotongan Honor Guru Desa Terpencil Tidak Manusiawi

- Senin, 30 Juni 2014 17:12 WIB
475 view
DPRD Deli Serdang Pemotongan Honor Guru Desa Terpencil Tidak Manusiawi
Lubuk Pakam (SIB)- Pemotongan honor guru desa terpencil yang dilakukan oknum di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Deli Serdang dinilai sudah tidak manusiawi . Sudah gaji guru hanya Rp 500 ribu dan dibayarkan per semester, masih juga mereka tega melakukan pemotongan.

“Para pegawai yang melakukan tindakan pemotongan honor guru desa terpencil itu harus diberi sanksi, paling tidak dimutasi”, ujar Anggota Komisi D DPRD Deli Serdang, Timur Sitepu AMd kepada SIB, Kamis (26/6) di Lubuk Pakam. Bobroknya perilaku oknum di dinas ini diakuinya sudah menjadi perbincangan di DPRD Deli Serdang.

Sebagai pegawai di Dinas Dikpora, seharusnya mereka memperhatikan kebutuhan guru terutama yang ada di desa terpencil. Honor Rp.500 ribu, sudah sangat tidak pantas diterima para pahlawan tanpa tanda jasa itu. Ini malah ada yang memanfaatkannya dengan melakukan pemotongan. Peristiwa itu bukan tidak mungkin berasal dari atasan mereka atau bahkan mungkin perintah dari pejabat-pejabat di Dinas Dikpora.

Diasumsikan jumlah guru desa terpencil sekitar 300 orang, dengan pengambilan honor per semester dan dilakukan pemotongan Rp.50 ribu per bulan setiap gurunya. Bisa dibayangkan besarnya Pungli yang dilakukan terhadap para guru yang bergaji tidak seberapa itu. Perbulan yang dipotong sekitar Rp. 50 ribu x 300 guru = Rp.15 juta. Jadi kalau dalam 1 semester (sekali pembayaran), uang hasil Pungli sebesar Rp.75 juta.

Belum lagi kutipan yang dilakukan oknum dari dinas cabang yang bervariasi mulai Rp 20 ribu-35 ribu. “Lihatkan betapa menderitanya guru-guru desa terpencil itu akibat kurangnya perhatian pemerintah dan adanya Pungli yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab. Mereka (para guru-red) terpaksa harus meminjam kepada keluarga dan tetangga guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”, ujar Timur lagi.

Untuk itu, Timur berharap Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan yang juga dikenal sebagai tokoh di Sumut, segera membenahi pegawainya dan para pejabat di Dinas Dikpora Deli Serdang agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi. Sebagai wakil rakyat yang membidangi pendidikan, Timur merasa miris dan sangat kecewa atas adanya keluhan para guru ini. Bagaimana mereka mau mengajar dengan baik sedangkan memikirkan kebutuhan rumah tangganya saja mereka kebingungan, ujarnya.

Pihaknya akan terus memantau keluhan para guru ini agar tidak ada lagi peristiwa yang sama. Segera selesaikan masalah kutipan ini, dan kalau boleh bayarkan kembali kutipan yang sudah pernah dilakukan kepada para guru, sebelum para guru protes terbuka dan mengadukan masalah itu ke Kejaksaan, ujarnya lagi seraya menyatakan pihaknya siap memfasilitasi para guru ke Kejaksaan.  (A26/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru