Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 27 Juni 2026
Pakar Mickrosoft Dr Jhon Tampil Purba MCSE MM

Perguruan Tinggi Ditantang RI Jangan Jadi Negara Konsumtif Berlakunya MEA 2015

- Senin, 17 November 2014 20:07 WIB
948 view
Perguruan Tinggi Ditantang RI Jangan Jadi Negara Konsumtif Berlakunya MEA 2015
SIB/dok
Rektor Universitas Quality,Drs.AP Tambunan membuka secara resmi seminar nasional yang menghadirkan dua pakar dari Jakarata, Dr John Tampil Purba dan Dr Charles Bohlen Purba (kanan kiri), di kampus Jalan Ring Roada Ngumban Surbakti Medan.Kamis (13/11)
Medan ( SIB)- Pakar Microssoft Dr John Tampil Purba MCSE MM mengatakan,  kehadiran MEA (Masyarakat Ekonomi  ASEAN)  2015 merupakan tantangan bagi Perguruan Tinggi  (PT) untuk berjuang agar Indonesia yang berpenduduk 240 juta jiwa, tidak menjadi negara konsumtif, hanya menikmati produk - produk negara luar negeri termasuk produk pendidikan luar negeri.

“Kehadiran MEA nantinya, bisa menjadi cambuk untuk mempersiapkan diri meningkatkan kompetensi pada semua bidang ilmu pengetahuan. “  ujar  Dr John yang mengaku mendapat sertifikat microssoft dari Bill Gate  di hadapan  ratusan mahasiswa Universitas Quality Medan dalam Seminar Nasional membahas  tantangan dan kompetisi perguruan tinggi bertajuk Menghadapi  MEA 2015 di aula kampus Jalan Ring Road Ngumban Surbakti Medan,Kamis (13/11).

 Ia mengatakan, saat ini market atau pasar sangat menentukan, karena itu kita dipaksa untuk berubah ke arah yang lebih baik dari ledakan ilmu pengetahuan
 saat ini. “Kita harus kuasai jangan hanya sebagai pemakai”, katanya.

Seminar nasional itu dibuka Rektor Universitas Qualiti, Drs AP Tambunan M.Si dihadiri ratusan orang mahasiswa,
Katanya,perguruan tinggi harus bertanggung jawab  memersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Sebab perlintasan perdagangan antar negara Asia Tenggara tidak akan dibatasi lagi termasuk kehadiran perguruan tinggi asing di Indonesia untuk merekrut mahasiswa.

Ahli marketing itu mengatakan, kampus yang besar akan kehilangan mahasiswanya, jika kampus tersebut tidak bisa mengadaptasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), temasuk menghadapi MEA 2015 mendatang. Karena itu dia mengimbau para dosen dan kampus - kampus untuk selalu meng-update Iptek, agar kebutuhan pasar masyarakat terpenuhi.

Didampingi Wakil Rektor Quality, Dr Erna Frida MSi yang tampil sebagai moderator, Dr Charles Bohlen Purba  menyatakan, indikator sebagai negara maju adalah memiliki ekonomi yang maju, teknologi yang tinggi, dan SDM yang andal.Namun Indonesia  belum masuk kategori tersebut.Walau begitu, Indonesia tak perlu kawatir   menghadapi MEA 2015.

Sebelumnya Rektor, AP Tambunan  yang membuka seminar itu mengatakan  seminar nasional tersebut untuk membuka cakrawala mahasiswa dan juga sebagai tranfer ilmu pengetahuan, bagaimana memersiapkan diri  menghadapi Pasar Bebas MEA 2015 mendatang. (A3/c) 


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru