Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Mendikbud Tak Setuju Manusia Sebagai Alat Produksi

*Pendidikan Tidak Harus Berorentasi Pada Pasar
- Senin, 24 November 2014 20:05 WIB
279 view
Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan tidak setuju manusia ditempatkan menjadi alat produksi.
"Saya sering merasa tidak nyaman dengan kalimat sumber daya manusia," ujar Anies dalam acara Program Penyelarasan Pendidikan Dengan Dunia Kerja di Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Jika manusia ditempatkan sebagai sumber daya, sambung dia, maka manusia dijadikan faktor produksi.

"Jika produksi maka bisa dikurangi," tambah dia.

Mendikbud menjelaskan bahwa sebutan yang tepat adalah pengembangan manusia, karena pendidikan bukan sekadar proses produksi.

"Yang kita butuhkan adalah kualitas manusia. Laporan pembangunan dunia tidak lagi menyebut sebagai sumber daya manusia, tapi pengembangan manusia," jelas dia.

Oleh karenanya, lanjut dia, perlu ada proyeksi masa depan yang bisa direspon oleh pasar dan perekonomian.

"Perjalanan bangsa harus disesuaikan dengan kebutuhan manusia."

Dalam hal itu, peran guru sangat penting dalam mendidik para muridnya. Kualitas guru harus ditingkatkan.

"Hal yang membahagiakan kita sebagai guru adalah ketika anak didik melihat ke belakang dan berterimakasih kepada kita. Tapi yang repot, ketika anak didik melihat ke belakang dan bertanya mengapa tidak dibekali A sampai Z. Itu adalah kuncinya," papar dia.

Saat ini perkembangan zaman bergerak sangat cepat, maka tantangan dunia pendidikan bukan dengan pengetahuan spesialis atau super spesialis.

"Tapi yang terpenting adalah menanamkan pembelajaran seumur hidup," tukas dia.

TIDAK HARUS BERORIENTASI PADA PASAR
Anies Baswedan juga mengatakan pendidikan seharusnya tidak berorientasi (mengacu) pada pasar guna memenuhi kebutuhan kerja, melainkan menjadikan anak sebagai pembelajar sepanjang hayat.

"Paling terpenting menjadikan siswa pembelajar sepanjang hayat karena diberikan saat ini belum tentu dengan apa yang dihadapinya pada masa depan," ujar Anies.

Menurut dia, belajar sepanjang hayat sama dengan artinya belajar terus-menerus.

"Tantangan dunia pendidikan bukan menjadikan anak spesialis atau super spesialis, melainkan menjadikan anak menjadi pembelajar sepanjang hayat," pesan dia.

Mendikbud menjelaskan dalam dunia pendidikan terdapat tiga komponen penting yang perlu disiapkan bagi generasi muda.

"Pertama adalah integritas, anak-anak harus memiliki integritas yang baik. "Zaman sekarang investor bisa diamankan kalau ada koneksi. Namun di masa depan mungkin ini tidak bisa dilakukan lagi, makanya siswa harus dididik agar mempunyai integritas," kata dia.

Kedua, anak-anak harus dididik agar memiliki jiwa kewirausahaan. Sebab jiwa kewirausahaan melihat kesulitan sebagai kesempatan.

"Orang yang mempunyai jiwa usaha adalah orang yang selalu optimistis," katanya.

Ketiga, anak-anak harus diberi bekal agar mempunyai kemampuan komunikasi yang tinggi. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik maka susah menghadapi masa depan.

"Penguasaan bahasa menjadi sangat penting. Menguasai bahasa Indonesia dengan baik diperlukan guna membangun komunikasi dalam negeri," katanya.

Selain itu, membekali siswa dengan bahasa internasional juga wajib dilakukan. Ini agar Indonesia bisa mempengaruhi dunia, bukan menerima apa-apa dari dunia. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru