Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Guru di Perbatasan Indonesia-Malasya di Asahan Khawatirkan Siswa Pindah Negara

- Senin, 01 Desember 2014 20:57 WIB
374 view
Medan (SIB)- Seorang guru sekolah menengah pertama (SMP)  di Kelurahan Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara yang berbatasan dengan Malaysia, mengkhawatirkan siswanya bergabung ke negara tetangga itu. 

"Pelajar SMP tersebut bertempat tinggal di wilayah perbatasan  Indonesia dengan Selat Malaka yang berada di Asahan Barat," kata seorang Guru SMP Negeri 5 Bagan Asahan, Risdarwati dalam acara Diskusi Publik Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, di Medan, Rabu.

Diskusi Publik Guru Pahlawan Kita dengan sub tema: "Rekognisi Nilai-nilai Kepahlawan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sumatera Utara".
Risdarwati mengatakan, dirinya juga merasa cemas dengan siswa tersebut, karena bisa saja mereka itu masuk menjadi warga Malaysia.

Hal ini, menurut dia, harus dapat diantisipasi dan dicegah sehingga pelajar SMP itu tidak meninggalkan Indonesia dan pergi ke Malaysia.

"Para pelajar Indonesia itu harus diberikan pemahaman yang baik  dan tetap memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, serta tidak terpengaruh dengan Malaysia," ujarnya.

Risdarwati menyebutkan, disinilah peranan seorang guru untuk memberikan pendidikan kepada siswanya agar selalu mencintai tanah air Indonesia.

Guru yang mengajar di sekolah perbatasan Indonesia dan Malaysia itu, ada sebanyak 8 orang, 266 orang siswa, terdiri dari 9 klas dan sekolah tersebut berdiri sejak tahun 1984.

Selain itu, guru sebagai pahlawan tanpa jasa itu, harus tetap mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar berkualitas.

Bahkan, melalui SDM yang terampil, terpercaya dan teruji ini, kedepan diharapkan akan lahir calon-calon pemimpin nasional untuk membangun bangsa dan negara ini semakin maju, serta berkembang.

"Seorang guru harus tetap memiliki semangat yang tinggi dan bercita-cita agar anak didiknya tetap sukses dan berhasil, serta menjadi pemimpin yang baik untuk dapat membangun negara," kata guru yang sudah mengabdi selama 20 tahun.

Dalam acara diskusi publik itu, hadir Gubernur Sumut H Gatot Pujonugroho, Wakil Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Ketua PWI Sumut Muhammad Syahrir dan sejumlah  Pemimpin Redaksi SKH di Kota Medan.(Ant/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru