Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Rektor Unimed: Tidak Tepat Perubahan Mengubah Kurikulum 2013

* Anies: Evaluasi Kurikulum 2013 tak Permasalahkan Materi
- Senin, 01 Desember 2014 21:00 WIB
507 view
Medan (SIB)- Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Ibnu Hajar mengatakan,  tidak tepat jika dilakukan perubahan secara menyeluruh terhadap kurikulum Pendidikan  2013.

“Jika kita menunggu dirancang sebuah kurikulum pendidikan hingga sempurna, hal ini adalah pekerjaan yang menyita energi dan dana cukup besar,” katanya di Medan, Rabu.

Hal tersebut dikatakan Rektor Unimed pada Diskusi Publik Guru Ku Pahlawan Kita yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Unimed bekerja sama dengan Pengurus PWI Sumatera Utara.

Ibnu mengatakan, kesempurnaan sebuah kurikulum yang baru, dapat diketahui ketika sudah diimplementasikan di sekolah.

Sedangkan kurikulum tersebut, menurut dia, sudah dirancang dengan baik, diuji-coba dan dievaluasi.

“Persiapan kurikulum itu juga sudah cukup optimal,” ujarnya.

Rektor mengatakan, pelaksanaan kurikulum  2013 secara poin-poinnya sudah disiapkan, baik perangkat mekanismenya.

Persoalannya sekarang bagaimana kesiapan masing-masing daerah untuk mengimplementasikannya di tiap-tiap sekolah.

Menurut dia, selama tahun 2013 hingga 2014, persiapan untuk guru terus dilakukan demi menyambut implementasi kurikulum 2013.


Salah satu contoh keunggulan kurikulum 2013, seperti mengajarkan  anak tentang bunga, yaitu langsung dengan objeknya. Bukan hanya berdasarkan teori saja yang diajarkan.

“Hal itu dilakukan, agar si anak tadi bisa lebih peka terhadap bunga yang dihadirkan. Semisal, anak jadi tau sosok bunga yang memiliki kelopak, tangkai dan lainnya,” jelasnya.

Ibnu menambahkan, kurikulum 2013 membuka jalan terhadap humanisasi. Kurikulum ini memberi ruang yang leluasa bagi anak untuk menjawab rasa ingin tahunya, keinginan untuk bekerja sama, dan kepedulian terhadap sosial.

“Kurikulum tersebut juga mendorong cara pandang guru terhadap pengajaran dan kultur pembelajaran berubah ke arah yang tepat. Sekolah dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan belajar anak,” kata Rektor Unimed.

SELESAI MINGGU DEPAN
Sementara dari Jakarta dilaporkan, Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengatakan akan mengumumkan hasil rekomendasi dari tim revisi Kurikulum 2013 pada minggu depan.

“Pelaksanaan yang terburu-buru menjadi pokok masalah Kurikulum 2013,” kata Anies Baswedan di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, saat ini tim revisi Kurikulum 2013 yang beranggotakan 11 orang telah bekerja untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum yang mulai diberlakukan pada 2014 tersebut.

“Intinya kami tidak mempermasalahkan isi dari Kurikulum 2013, namun pelaksanaan yang terburu-buru yang menyebabkan kurikulum tersebut dinilai bermasalah,” katanya.

Ia mengatakan, diharapkan minggu depan sudah diperoleh hasil dari evalusi Tim Revisi Kurikulum 2013 sehingga bisa diumumkan kepada masyarakat.

“Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang tepat dan sesuai zamannya saat ini. Meski terdapat sejumlah kekurangan, namun Kurikulum 2013 tidak perlu diubah menjadi kurikulum yang baru,” katanya.

Anies mengatakan, selain evaluasi Kurikulum 2013, masih terdapat masalah yang harus diselesaikan dalam akhir tahun ini.

COCOK UNTUK REVOLUSI MENTAL
Sementara itu, pakar pendidikan Prof Dr Suswandari MPd menilai Kurikulum 2013 sangat cocok menjadi basis kebijakan revolusi mental, karena menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Kurikulum 2013 dalam jenjang pendidikan dasar memberi porsi lebih besar pada pendidikan karakter yakni 80 persen, sedangkan sisanya 20 persen tentang pengetahuan,” kata Suswandari pada orasi pengukuhannya sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) di Jakarta, Sabtu.

Kurikulum 2013, ujar dia, memang dipersiapkan untuk pembentukan generasi bangsa masa depan yang mengedepankan selain pilar pengetahuan dan keterampilan, juga pilar sikap sebagai pengejawantahan nilai karakter yang universal.

Kurikulum 2013, ia mengatakan, temanya dilakukan secara terpadu dengan materi lain sehingga sajiannya holistik dan merupakan langkah perbaikan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (2006) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2009).

“Kurikulum 2013 mencirikan perubahan mindset tentang pembelajaran, baik menyangkut kompetensi lulusan, materi pelajaran, pendekatan pembelajaran dan proses pembelajarannya,” katanya.

Ia mencontohkan untuk kelas I SD tema pembelajarannya misalnya tentang Diri Sendiri, kelas II SD temanya Hidup Rukun, kelas III dengan tema Sayangi Hewan dan Tumbuhan di sekitar, kelas IV Indahnya Kebersamaan, kelas V Bermain dengan Benda-benda di Sekitar Kita dan kelas VI Selamatkan Makhluk Hidup.

“Pendekatan pembelajaran terintegrasi ini membutuhkan kecerdasan, kreativitas, dan mimpi-mimpi guru untuk selalu menyajikan pembelajaran yang inovatif, sebagai bagian dari revolusi mental,” katanya.

Suswandari dilantik menjadi Guru Besar Uhamka di bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial bersama Prof Dr Ade Hikmat MPd di bidang Pendidikan Bahasa Indonesia.

Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno MPd yang melantik keduanya mengatakan, dengan pengukuan yang ke-7 itu, kini perguruan tinggi yang dipimpinnya memiliki 13 guru besar.

“Untuk menjadi guru besar tidaklah mudah, harus menulis di jurnal ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional yang terakreditasi,” katanya.

Pihaknya juga mengusahakan karya-karya ilmiah para dosennya dipublikasi sehingga bisa diunduh menjadi kutipan (sitasi) oleh ilmuwan lainnya. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru