Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

2015, Bupati Beri Honor Guru MDTA se Labuhanbatu

- Rabu, 03 Desember 2014 18:18 WIB
807 view
2015, Bupati Beri Honor Guru MDTA se Labuhanbatu
BERI PETUNJUK: Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD memberi petunjuk kepada Kakan Kemenag Labuhanbatu tentang data guru-guru dan sekolah MDTA di Kabupaten Labuhanbatu Drs H Dahman Hasibuan MA, seusai acara silaturrahmi, Sabtu (29/11), di G
Rantauprapat (SIB)- Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD berencana memberikan honorarium ke seluruh guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kabupaten Labuhanbatu. Dananya akan diambil dari APBD Pemkab Labuhanbatu TA 2015. Saat ini, sedikitnya 375 guru MDTA dimaksud lega atas rencana bupati.

“Kebijakan-kebijakan ini kan menggunakan uang negara, dan ada aturannya. Untuk itu, saya minta kepada Kakan Kemenag Labuhanbatu untuk memasilitasi dalam tempo tiga minggu. Saya sudah mendapat laporan tentang jumlah guru MDTA dan lokasi sekolah masing-masing. Uangnya nanti kita drop di tahun anggaran 2015. Besarnya belum bisa saya pastikan, yang pasti honor itu ada,” ungkap Bupati Tigor menyampaikan pidato sambutan pada Silaturrahmi Guru-guru MDTA se Kabupaten Labuhanbatu bertema “Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniah”, Sabtu (29/11), di Gedung Nasional Rantauprapat, dihadiri Plt Sekda H Ali Usman Harahap SH dan sejumlah kepala SKPD.

Rencana pemberian honor tersebut disampaikan Bupati Tigor memenuhi permohonan Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Labuhanbatu Muhammad Aidil Nasution SPdI dan harapan lebih kurang 375 guru MDTA se Labuhanbatu. Meski jumlah nominal honor yang akan diberikan Pemkab belum dapat dipastikan, karena masih akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran, tetapi rencana bupati itu telah membuat para guru MDTA lega. “Alhamdulillah. Amin,” sambut guru-guru MDTA.

Pada kesempatan itu, Tigor menyampaikan terima kasih kepada bapak ibu guru MDTA yang telah mengajar anak-anak Labuhanbatu, yang akan menjadi manusia berilmu dan punya landasan agama. “Saya memang tidak kepingin anak-anak di Labuhanbatu ini semua menjadi ustadz atau ustadzah, mesti ada yang jadi dokter, insinyur dan menjadi sarjana ekonomi, semuanya punya ilmu agama, salahsatunya didapat dari sekolah arab atau MDTA ini. Itulah yang membuka hati saya untuk memenuhi harapan bapak ibu guru serta Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Labuhanbatu,” ujarnya.

Dia menyebut dirinya sebagai bupati mengurus semua, mulai dari belum lahir sampai meninggal. “Saya kan telah memberikan honor kepada Bilal Mayit, Guru Mengaji dan guru Sekolah Minggu juga. Tujuan saya supaya anak kemanakan kita nanti seumur atau setua kita sudah punya ilmu agama. Kalaupun insinyur jadilah insinyur yang memahami ajaran agama. Ini yang saya inginkan untuk masa depan mereka, karena masa depan mereka jauh lebih sulit dari masa kita sekarang,” sebutnya.

Dalam kegiatan silaturrahmi guru-guru MDTA itu, turut memberikan kata sambutan di antaranya Kakan Kemenag Labuhanbatu Drs H Dahman Hasibuan MA, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Labuhanbatu Muhammad Aidil Nasution SPdi dan Dra Hj Ifroh selaku ketua panitia. Acara diakhiri dengan tausyiah/ceramah agama yang disampaikan Al Ustadz Dr H Azhar Sitompul MA dari Medan.(D9/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru