Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Pemprovsu Targetkan 2015 Setiap Desa Satu Paud

*Dibutuhkan 2.463 PAUD Lagi
- Senin, 29 Desember 2014 17:51 WIB
547 view
Pemprovsu Targetkan 2015 Setiap Desa Satu Paud
Bunda PAUD Provinsi Sumut Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho menjelaskan, Pemprovsu menargetkan 2015 bisa mewujudkan keberadaan satu sekolah Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di setiap desa, Sabtu (27/12) di Medan.
Medan (SIB)- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pada 2015 bisa mewujudkan keberadaan satu  sekolah Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD  di setiap desa. "PAUD sangat penting bagi pembentukan anak-anak berkualitas sehingga Pemerintah Sumut  menargetkan satu desa memiliki satu PAUD lewat program kemitraan," kata Bunda PAUD Provinsi Sumut Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho di Medan, Sabtu (27/12) kepada wartawan.

Dia mengatakan mengenai sejumlah penghargaan yang diterimanya termasuk di bidang PAUD. Hj Sutias yang isteri Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho itu memang berhasil menjadi  pemenang pertama pada Apresiasi Bunda Paud  Berprestasi Tahun 2014 Tingkat Nasional untuk kategori kerja sama dan kemitraan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Pembinaan PAUD Dirjen PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Erman Syamsudin di Jogyakarta pada tanggal 5 Desember 2014. Dewasa ini jumlah desa di Sumut yang sudah memiliki PAUD sebanyak 3.616. Adapun yang belum memiliki PAUD sejumlah 2.463.
Sutias mengaku selain keterbatasan dana untuk pendirian bangunan/gedung, peralatan permainan dan termasuk guru PAUD, beberapa hambatan pendirian PAUD adalah tidak banyaknya penduduk itu di satu desa sehingga tidak efisiensi untuk dibangun PAUD. Namun secara umum Sutias menyebutkan bahwa untuk tingkat kota sudah mencapai target satu desa/kelurahan satu paud. Untuk tingkat kabupaten, misalnya Kabupaten Labuhanbatu sudah lama mencapai satu desa satu Paud.

"Terkait dengan kendala kekurangan dana, maka Pemprov Sumut melakukan program kemitraan dengan berbagai pihak," kata Sutias. Langkah menggandeng mitra itu semakin  membuahkan hasil di 2014 dan itu yang mendorong keyakinan Sumut bahwa program satu desa satu PAUD itu di 2015 akan tercapai. Apalagi Tim PKK Sumut juga di tahun 2015 sudah mengoperasikan satu PAUD yang akan menjadi percontohan bagi Tim PKK kabupaten/kota.

"Ke depannya sejalan dengan program satu desa satu PAUD, Sumut juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia guru PAUD dengan pendidikan minimal sarjana dan menguasai pendidikan anak," katanya. Menurut Sutias, usia emas seorang anak yakni pada usia 3 sampai 5 tahun karena saat itu anak bisa menerima secara baik ajaran yang diberikan sehingga  akan menjadi bekal saat usia dewasa.

Dia menegaskan, pengintegrasian PAUD sangat penting agar upaya pembinaan terhadap tumbuh kembang anak  berlangsung efektif dan efisien. "Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa sehingga setiap warga negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, dasar,  menengah maupun tinggi," katanya. Pendidikan anak usia dini sendiri merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pembentukan karakter bangsa dan kehandalan sumber daya manusia ditentukan oleh bagaimana memberikan perlakuan yang tepat kepada anak sedini mungkin. Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Masri menyebutkan jumlah desa binaan PAUD ada 6.079. Sedangkan jumlah lembaga PAUD se-Sumut sebanyak 8.809 dan jumlah lembaga PAUD baru/rintisan di 2014 sebanyak 257. "Jadi APK (angka partisipasi kasar:red) usia 3-6 tahun yang termasuk dalam usia PAUD di Sumut pada 2014 sudah sebesar 63,01 persen," katanya. (A16/q)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru