Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Guru dan Dosen Harus Direvolusi Mentalnya

- Senin, 07 September 2015 13:59 WIB
402 view
Guru dan Dosen Harus Direvolusi Mentalnya
Jakarta (SIB)- Pengamat Kebijakan Publik UI Riant Nugroho mengatakan merubah mental bukan hanya aparat pemerintah tetapi juga pendidik bangsa.
"Guru-guru dan dosen-dosen harus kembali belajar untuk merubah mental mereka," jelas dia, Jumat (28/8).

Dalam pembelajaran harus ada kultur kasih sayang. terkadang murid sekolah yang memiliki sifat kritis justru dimarahi guru. Padahal pertanyaan-pertanyaan kritis siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka.

Dengan merevolusi mental guru, generasi-generasi bermental baru juga akan terbentuk. Seperti halnya kasus ospek, tidak mungkin ada ospek jika pendidik tidak mengizinkan mahasiswa melakukannya.

Tentu mental ini juga harus dirubah. Karena ospek di masa lalu tidak banyak manfaatnya. Mereka harus diberikan training for trainer dan menyebarluaskannya ke seluruh Indonesia.

Revolusi Mental Diusulkan Menjadi Doktrin
Revolusi mental harusnya dijadikan doktrin bagi masyarakat Indonesia seperti Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4).

Riant Nugroho menambahkan pembuatan sistem revolusi mental harus menyasar pada budaya organisiasi di Indonesia. "Angka Rp 149 miliar untuk program ini tidak cukup untuk merubah mental yang telah membudaya di Indonesia," jelas dia.

Pemerintah harus merevolusi mental organisasi masyarakat. Saat ini banyak organisasi yang memiliki mental pengemis.

Mereka hanya bergantung pada anggaran pemerintah tanpa bisa mandiri. Seharusnya mereka tak harus menjadi beban pemerintah dengan mental mandiri.

Pemerintah bukan santa claus. Sehingga LSM atau organisasi meminta dana agar organisasi bertahan hidup. (ROL/ r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru