Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

SMP Swasta RK Bintang Timur Pematangsiantar Gelar Art Fest 2026

Bogie Gosia Tambunan - Minggu, 01 November 2026 18:55 WIB
136 view
SMP Swasta RK Bintang Timur Pematangsiantar Gelar Art Fest 2026
Foto:Dok/Humas SMP Swasta RK Bintang Timur Pematangsiantar
Foto Bersama: Peserta Art fest penerima apresiasi foto bersama dengan Ketua yayasan, Suster Nikasya Sinaga, S.E, Arti Sialagan, S.Pd., Yose Sibuea,S.Pd.,Gr., Kepala Sekolah Suster Skolastika Munte, M.Si, Komite Sekolah Ramses Tambunan dan Kabid Dikdas Feb

Pematangsiantar(harianSIB.com)

SMP Swasta RK Bintang Timur Pematangsiantar menggelar Art Fest tahun 2026, Sabtu (31/10/2026) malam, di Gedung Aula SMP Swasta Bintang Timur Pematangsiantar.

Pertunjukan Art Fest tersebut mengambil tema "Satu Panggung, Seribu Ekspresi, Satu Harmoni Kasih, Jadikan Dunia Lebih Layak Dihuni" yang dihadiri sekitar 2000 orang.

Malam kesenian tersebut dibuka dengan doa, kemudian dilanjutkan penampilan St. Cecilia Choir. Melalui perpaduan lagu rohani, lagu daerah, dan musik populer, kelompok paduan suara ini menghadirkan beragam suasana dan pengalaman manusia.

Sejumlah lagu yang dibawakan antara lain Panis Angelicus, Janger, Lissoi, Lilin-Lilin Kecil, Gala Bunga Matahari, Payung Fantasi, Marilah ke Mari, Run to You, dan Time to Say Goodbye.

Baca Juga:
Pergantian lagu membawa penonton memasuki suasana yang berbeda. Ada nuansa religius, semangat kebersamaan, kegembiraan, hingga perenungan tentang waktu dan perpisahan.

Melalui suara yang berpadu, para siswa menunjukkan bahwa musik dapat menjadi ruang untuk menyampaikan perasaan yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Nuansa keberagaman kemudian berlanjut melalui penampilan kelompok Bintang Tari. Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian ialah Tari 6 Puak Tortor Batak Sumatera Utara.

Karya ini memperkenalkan kekayaan budaya Simalungun, Toba, Mandailing, Angkola, Karo, dan Pakpak dalam satu rangkaian pertunjukan.

Pesan serupa hadir dalam Horas Marharoan dan Doding Hangoluon. Melalui gerak dan iringan pertunjukan, para penari menggambarkan kehidupan masyarakat Simalungun yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, baik ketika menyambut hasil panen maupun saat menghadapi kesedihan.

Sementara itu, Warisan Nilai-Nilai Dalihan Na Tolu membawa penonton pada kisah sebuah keluarga yang harus menghadapi kepergian seorang ayah untuk berperang.

Istri dan anak yang ditinggalkan menjalani masa sulit, tetapi mereka tidak sepenuhnya sendiri karena masyarakat hadir memberikan dukungan. Tarian lainnya juga memberikan makna tersendiri dari setiap gerak yang ditampilkan.

Melalui teater, para siswa berupaya membawa sejarah Sisingamangaraja XII lebih dekat kepada penonton. Tokoh dan peristiwa masa lalu tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari pelajaran, tetapi juga dihadirkan melalui ekspresi, dialog, dan penghayatan karakter.

Bagi para siswa, keterlibatan dalam teater juga menjadi kesempatan untuk belajar bekerja sama, membangun kepercayaan diri, dan bertanggung jawab terhadap peran yang dipercayakan kepada mereka.

Salah satu orang tua siswa mengapresiasi kesempatan yang diberikan sekolah kepada anak-anak untuk tampil di hadapan publik.

Ia berharap Art Fest dapat terus diselenggarakan sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan hasil proses belajar mereka.

Sebagai penutup acara, sekolah memberikan apresiasi kepada para siswa yang terlibat dalam tiga bidang pertunjukan utama, yakni tari, paduan suara, dan teater. Masing-masing tim menerima penghargaan berupa uang sebesar Rp5 juta.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas usaha, latihan, kedisiplinan, dan kerja sama yang telah dibangun para siswa dalam mempersiapkan pertunjukan.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Febry Pakpahan, M.Si.; Lurah Toba Edy Johanes Barus, S.H.; perwakilan komite sekolah Ramses Tambunan; serta Ketua Yayasan Santo Laurensius Suster Nikasya Sinaga bersama jajaran pengurus yayasan dan para suster KYM.(**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru