Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Seorang Pria Gali Terowongan Selama 18 Tahun

* Salah Diagnosis, Seorang Pria Lumpuh Selama 43 Tahun
- Minggu, 09 Oktober 2016 18:07 WIB
383 view
Seorang Pria Gali Terowongan Selama 18 Tahun
El Salvador (SIB)- Santiago Sanzhez, pria asal Berlin, El Salvador, mengaku mendapat pesan dari Tuhan untuk menggali terowongan bawah tanah di tengah hutan. Dia sudah melakukan penggalian itu selama 18 tahun dan sampai sekarang masih belum berhenti.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (28/9), pria 69 tahun itu tiap hari bangun pukul 03.00 dan langsung menuju terowongan yang dia gali. Santiago mengaku dia tidak tahu terowongan yang dia gali itu akan berakhir di mana dan mengapa dia diperintah Tuhan untuk menggali.

Meski begitu Santiago mengatakan apa yang dilakukannya adalah karya Tuhan dan dia akan patuh terhadap perintah itu. "Apa yang saya lakukan adalah wahyu dari Tuhan," kata dia kepada stasiun televisi lokal. Tapi menggali terowongan semacam itu memang bukan pekerjaan mudah. Orang yang pernah masuk ke dalam terowongan itu mengatakan ketika dia sudah sampai setengah perjalanan dia sulit bernapas dan harus keluar.

Santiago mengatakan Tuhan memang tidak mengizinkan orang lain selain dirinya untuk masuk ke terowongan itu. "Hanya saya yang diizinkan masuk sampai ke ujung karena saya penggali terowongan Tuhan," kata dia. Tidak ada orang lain yang tahu berapa dalam terowongan yang sudah dia gali kecuali Tuhan dan dia sendiri.

Perbuatan Santiago itu bukan tanpa kritik sama sekali. Istrinya, Isabel Ventura, termasuk orang yang mempertanyakan Santiago. "Banyak orang bilang kamu itu gila. Tak seorang pun tahu apa yang Tuhan mau darimu," kata Isabel.

'Lumpuh' Selama 43 Tahun
Kesalahan diagnosis dokter dapat berakibat fatal terhadap pasiennya. Bukannya sembuh dari penyakit namun seseorang justru bisa mendapat musibah lain. Seperti halnya yang dialami oleh seorang pria di Portugis. Ia terpaksa menghabiskan waktu selama 43 tahun di kursi roda setelah dokter di sebuah rumah sakit di Lisbon salah mendiagnosis penyakitnya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (26/9), Rufino Borrego (61) kala itu berusia 13 tahun saat dia didiagnosa menderita penyakit otot menyusut atau Muscular Dystrophy. Penyakit tersebut menyebabkan terjadinya kelainan otot yang pada akhirnya menyebabkan kelemahan dan hilangnya jaringan otot.

Namun diagnosis berbeda disampaikan oleh seorang ahli saraf pada 2010 lalu. Menurutnya, apa yang diderita Borrego sebenarnya Myasthenia. Penyakit ini hanya melemahkan otot dan dapat diobati dengan mengonsumsi obat asma.

Borrego pun memutuskan untuk menjalani metode penyembuhan sederhana, yakni mengonsumsi obat asma. Lambat laun pria itu pun dapat berjalan normal. "Kami pikir itu adalah sebuah keajaiban," kata pemilik kafe di lingkungan tempat Borrego tinggal, Manuel Malao.

Kini di usia yang telah menginjak 61 tahun, pria yang telah menghabiskan 43 tahun hidupnya dengan 'terikat' di kursi roda itu dapat kembali berjalan. "Aku tidak menyalahkan rumah sakit itu karena telah salah mendiagnosis penyakitku. Kita juga tahu Myasthenia hampir belom dikenal saat itu. Kini aku hanya ingin menikmati hidupku," ujar Borrego. (liputan6.com/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru