Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Masih Berutang, Jasad Seorang Pria Disita

* Temukan Jasad, Maling Kembalikan Mobil Curian
- Minggu, 19 Februari 2017 19:30 WIB
323 view
Accra (SIB) -Sekelompok pemberi jasa pemakaman menyita jasad seorang pria dari keluarganya karena masalah biaya jasa pemakaman. Jasad pria itu dikeluarkan dari dalam peti jenazah di tengah upacara pemakaman setelah keluarganya menolak membayar jasa biaya pemakaman sebesar  150 cedi atau sekitar Rp 450.000.

Insiden mengenaskan itu terjadi hanya beberapa saat sebelum peti jenazah diturunkan ke liang lahat di taman pemakaman Tema Community Nine di Ghana, Sabtu (11/2). Sejumlah saksi meyakini orang-orang yang melakukan perbuatan menyedihkan itu berasal dari rumah sakit umum Tema.

Kepada media, orang-orang itu mengatakan, mereka akan menyimpan jasad orang itu di tempat yang aman hingga keluarganya melunasi utang. "Orang-orang yang mengurus jasad pria itu membebankan uang jasa sebesar 150 cedi untuk pakaian bagi mendiang," ujar salah seorang pengurus pemakaman. "Namun, keluarga mendiang malah kabur sambil membawa jenazah setelah kami memberinya pakaian," tambah orang itu.

Akhirnya, sejumlah kerabat mendiang menawarkan sejumlah uang kepada para pengurus pemakaman agar menyerahkan kembali jasad itu. "Uang yang mereka tawarkan kurang sedikit dari yang seharusnya tetapi kami putuskan untuk menerimanya," kata dia.

Dia menambahkan, banyak keluarga yang mengambil keuntungan dari para pengurus pemakaman dengan tak membayar jasa mereka. Aksi ini dilakukan agar tak ada lagi keluarga yang lari dan tak membayar jasa para pengurus pemakaman itu.

Kembalikan Mobil Curian
Seorang pria mencuri sebuah mobil van di luar rumah duka di Riverside, California, pada Minggu dini hari waktu setempat. Yang bersangkutan kaget bukan kepalang menemukan jasad dalam mobil curiannya. Bobby Joe Washington (24) kemudian mengembalikan van itu sekitar 1 jam kemudian. Ia pun mencuri van lain yang sejenis.

Ketika pegawai rumah duka berusaha menghentikannya, menurut polisi, pria itu malah mencoba menabraknya. "Saya belum pernah mendengar yang seperti ini," kata Ryan Railsback, juru bicara Riverside Police Department, seperti dikutip dari Los Angeles Times, Kamis (16/2). "Di antara beberapa keputusannya yang salah, setidaknya masih terpikir olehnya untuk mengembalikan jasad tersebut."

Washington kemudian diringkus sekitar 4 kilometer dari rumah duka tersebut. Ia kemudian disangkakan dua pidana pencurian mobil, yakni mencoba kabur dari polisi dan menyerang menggunakan senjata mematikan. Tapi ia tidak dituduh dengan pencurian jasad karena polisi menduga ia tidak bermaksud mencuri jasad itu. Kata Railsback, "Menurut kami, ia tidak mengetahui ada jasad ketika mencuri (van)."

Kejadian bermula sekitar pukul 1.30 pagi. Supir van baru saja menjemput jasad seseorang yang meninggal dan kembali ke rumah duka untuk mengambil beberapa berkas surat. Ia meninggalkan kunci dalam mobil dan masuk sebentar ke dalam kantor, demikian menurut pihak berwajib. Saat itulah van pertama dicurinya. Sekitar 1 jam kemudian, polisi mendapat laporan bahwa van ke dua juga dicuri.

Menurut polisi, Washington yang berasal dari Riverside dikejar-kejar polisi selama sekitar 10 menit hingga akhirnya terkejar di Linden Street dan Canyon Crest Drive. "Tersangka tidak kooperatif hingga akhirnya anjing pelacak dilibatkan," kata Railsback. (Kps/liputan6.com/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru