Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Tunggu Pesawat, Rebus Mi Instan di Bandara

- Minggu, 02 Juli 2017 22:41 WIB
384 view
Beijing (SIB)- Turis asal China selalu menarik perhatian media. Mereka seolah punya segudang keunikan untuk diceritakan. Kali ini, sekelompok ibu-ibu dari China daratan memanfaatkan waktu menunggu keberangkatan pesawat dengan merebus mi instan. Seperti diketahui, makanan di bandara mana pun di dunia cenderung lebih mahal.

Menurut keterangan saksi mata yang merekamnya, peristiwa itu terjadi di Bandara Internasional Hong Kong pada Sabtu 10 Juni 2017 sekira pukul 21.00. Tanpa memedulikan tatapan heran dan tak suka dari calon penumpang lain di bandara, kelompok itu dengan santai mengeluarkan panci dan kompor listrik.

Mencari soket dan mencolokkannya. Deret terdepan bangku panjang bandara dimonopoli. Kompor ditaruh di atasnya untuk merebus mi instan yang mereka bawa sendiri. Suasananya, kata perekam, seperti ada sebuah pesta. Mereka makan-makan dan bersenang-senang seperti itu selama kurang lebih 40 menit.

Disadur dari Apple Daily, Rabu (28/6), para turis asal China itu hendak berangkat ke London, Inggris. Entah mereka memang tidak tahu atau tidak peduli, tetapi kegiatan mereka kabarnya melanggar peraturan di bandara. Walaupun, untungnya, para ibu itu cukup tahu diri untuk membereskan perabotan dan membersihkan sampahnya sesudah makan.

Sebagai tanggapan atas insiden tersebut, otoritas bandara menegaskan bahwa 1.000 soket listrik di dalam bandara tersedia untuk penumpang mengisi baterai laptop dan perangkat ponselnya. Jika seseorang ditemukan menggunakan soket tersebut di luar ketentuan bandara, mereka akan diperingatkan untuk mencabut kabelnya. Jika menolak, maka yang bersangkutan bisa diganjar denda maksimal 10 ribu dolar Hong Kong atau Rp17 juta atau hukuman penjara tiga bulan.

Ini sebenarnya bukan pertama kalinya pelancong China yang kelaparan menyebabkan kegemparan di bandara Hong Kong. Pada 2015, seorang pria di Shandong terlihat sedang mengeluarkan penanak nasi di aula keberangkatan untuk menyiapkan makanan. Kelakuannya membuat marah beberapa penumpang.

Namun, cerita itu memiliki akhir yang membahagiakan. Ternyata pria itu adalah seorang pekerja migran yang baru kembali dari Singapura. Dia merasa tersesat di negara yang asing baginya, untuk itu dia membawa makanan untuk dibagikan kepada orang-orang baik di Hong Kong. "Saya tidak tahu harus pergi ke mana. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang baik di sini yang memberi saya bantuan," kata pria tersebut. (okz/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat