Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Unik, Gadis Filipina Punya 2 Warna Mata Berbeda

- Minggu, 18 Maret 2018 13:57 WIB
1.368 view
Unik, Gadis Filipina Punya 2 Warna Mata Berbeda
SIB/Facebook/Julian Ostan
Julia Ostan memiliki pupil coklat sebelah kanan dan biru di sebelah kiri.
Bacolod (SIB) -Warna mata manusia bermacam-macam. Tergantung suku dan ras. Warna mata orang Asia tentu berbeda dengan warga Eropa kebanyakan.
Meski punya warna yang berbeda-beda, lazimnya masing-masing orang akan punya satu warna saja. Tetapi, hal berbeda malah dialami oleh seorang gadis berusia 14 tahun asal Bacolod, Filipina.

Dikutip dari laman Kickerdaily.com, Rabu (14/3), gadis berparas cantik itu bernama Julia Ostan. Ia terlihat spesial karena memiliki pupil coklat sebelah kanan dan biru di sebelah kiri. Dalam dunia medis, kasus ini kelain pada mata ini sering dianggap sebagai heterochromia.

Orang yang mengidap kelainan ini akan mempunyai warna mata yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Meski kondisi semacam ini dikenal dalam dunia kedokteran, penderitanya tak akan merasa sakit atau mengalami gangguan penglihatan. Semua berjalan dengan normal.

Karena terlalu spesial, Ostan menjadi terkenal hinggal banyak media yang mengangkat kisahnya. Ia pun juga kerap dijadikan sebagai objek foto favorit bagi sejumlah fotographer. Walaupun penampilannya berbeda dari anak-anak lain, Ostan tetap dikenal apa adanya. Bahkan ia menjuarai berbagai macam kontes bakat. Tak hanya itu, ia juga unggul di bidang akademis.

Para ahli mengatakan bahwa kondisi Ostan (Heterochromia Iridum) biasanya tak menimbukan ancaman kesehatan secara keseluruhan. Namun disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter mata demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kisah wanita lain yang memiliki kelainan pada organ tubunya adalah Devan Merck. Kehidupan Devan Merck kecil tak sama dengan gadis seusianya. Ia memiliki kondisi fisik aneh, di mana Devan dilahirkan tanpa vagina.  Kondisi tersebut membuat kehidupan masa sekolah perempuan yang kini berusia 23 tahun itu sengsara.

Tak hanya dibully oleh rekan sekolahnya, Devan juga kesulitan untuk mendapatkan pacar. Namun pada saat ia memiliki kekasih, hubungannya tak akan berlangsung lama. Hal tersebut terjadi karena Devan tak memiliki vagina dan tak bisa berhubungan seks. Namun semua itu berubah saat Devan lulus sekolah dan mulai bertemu dengan Trent, seorang anggota militer yang 5 tahun lebih tua darinya.

Trent yang mencintai kekurangan dan kelebihan Devan memilih untuk menikahi gadis itu. Keduanya hidup bahagia. Suatu hari dokter memberitahu bahwa kedua indung telur Devan masih berfungsi. ia bisa memiliki anak bilogis bersama suaminya. Dokter mngusulkan untuk melakukan bayi tabung, atau menemukan ibu pengganti untuk mengandung anak mereka. Devan mengatakan bahwa dia selalu mendambakan menjadi seorang ibu, menjadi wanita seutuhnya. (liputan6.com/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru