Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Kesepian, Boneka Sawah Dijadikan Sebagai Penduduk Desa

- Minggu, 22 Maret 2015 20:29 WIB
682 view
Kesepian, Boneka Sawah Dijadikan Sebagai Penduduk Desa
Ayano memposisikan salah satu orang-orangan sawah yang seakan-akan tengah menunggu kedatangan bus di sebuah halte.
Nagoro (SIB)- Penghuni Desa Nagoro di Jepang bertambah secara drastis dalam sepuluh tahun terakhir. Setelah Tsukimi Ayano, seorang penduduk desa, menambah populasi desa dengan orang-orangan sawah yang dibuatnya. Populasi Nagoro hanya tercatat sejumlah 35 orang. Seperti kebanyakan desa lain di Jepang, penduduk Nagoro pindah ke kota-kota untuk bekerja dan meninggalkan orang tua di desa. Bahkan sekolah di desa ini pun telah ditutup pada 2012, setelah murid-muridnya lulus.

Warga Desa Nagoro Tsukimi (65), pertama kali membuat orang-orangan sawah 13 tahun lalu untuk menjaga kebunnya dari burung. Menyadari bahwa orang-orangan tersebut mirip dengan ayahnya. Dia kemudian membuat lebih banyak lagi, dan terus membuatnya sampai saat ini. “Di desa ini, hanya ada 35 orang. Tapi ada 150 orang-orangan sawah, jadi penduduknya bertambah sekarang,“ kata Tsukimi seperti dikutip Mirror, Rabu (18/3).

Orang-orangan sawah buatan Tsukimi diletakkan di berbagai tempat. Di sekolah, di halte bus, di sawah, di atas pohon, di dalam rumah, dan di jalan-jalan. Desa Nagoro jadi terlihat lebih ramai dengan kehadiran benda-benda tak bernyawa tersebut.

Orang-orangan sawah tersebut dibuat dengan bahan dasar kayu ditambah dengan kertas koran atau kain untuk mengisinya. Untuk pakaiannya, digunakan pakaian bekas. Bagi orang-orangan yang diletakkan di luar ruangan diberi lapisan plastik agar tetap kering.

Namun, cuaca tetap dapat merusak orang-orangan yang diletakkan di luar sehingga Tsukimi harus menggantinya dari waktu ke waktu. Dia juga terkadang membuat orang-orangan sesuai dengan pesanan dari warga desa. Biasanya pesanan tersebut diminta memiliki kemiripan dengan orang-orang yang telah meninggalkan desa atau meninggal dunia. “Mereka dibuat sesuai dengan permintaan orang-orang yang telah kehilangan kakek atau nenek mereka. Jadi orang-orangan ini memang membangkitkan kenangan,” kata salah satu warga desa, Osamu Suzuki.

Turis ikut berdatangan ke Desa Nagoro karena tertarik dengan orang-orangan sawah yang menjaga jalan yang menuju ke desa. Di sebelah papan nama Desa Nagoro yang sekarang disebut juga sebagai Desa Orang-orangan Sawah. (okz/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat