Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Bocah Kecil Tempuh Perjalanan 1.000 Km Bawa Neneknya ke Rumah Sakit

* Wanita Tiongkok Ajak Ibunya yang Lumpuh Keliling Dunia
- Minggu, 29 Maret 2015 22:39 WIB
560 view
Bocah Kecil Tempuh Perjalanan 1.000 Km Bawa Neneknya ke Rumah Sakit
Beijing (SIB)- Shangguan Xi Mu (10) adalah seorang cucu yang berbakti. Bagaimana tidak, bocah ini rela meninggalkan bangku sekolah untuk membawa neneknya berobat ke rumah sakit yang berjarak hampir 1.000 kilometer dari kediamannya. Selama dua tahun terakhir, Shangguan bekerja mengumpulkan botol plastik untuk membiayai hidupnya dan sang nenek, Shen (62 tahun), yang menderita stroke.

Shen menderita kelumpuhan dengan harapan tipis untuk kembali pulih akibat stroke yang dideritanya. Akhirnya seorang tetangga dermawan menawarkan bantuan uang untuk membiayai pengobatan Shen agar bisa kembali berjalan.

Namun, untuk mengobati sang nenek, Shangguan harus membawa Shen ke kota Jinan di provinsi Shandong. Itu berarti mereka harus menempuh perjalanan hampir 1.000 kilometer dari kediaman mereka di kota Zhangchun, wilayah timur Tiongkok.

"Saya hanya memiliki nenek. Kami harus melakukan apa yang kami bisa, saat kami bisa. Dia sudah melakukan semuanya saat saya masih kecil. Saya gembira bisa membalasnya sekarang," ujar Shangguan. Shangguan ditinggal ibu kandungnya saat baru berusia dua tahun. Tiga tahun kemudian sang ayah meninggal akibat serangan jantung. Sejak saat itulah Shangguan dipelihara sang nenek.

Shangguan akhirnya bisa membawa neneknya ke rumah sakit rehabilitasi di Jinan dan sebulan kemudian, kondisi nenek Shen mulai membaik. Kini dia sudah bisa berjalan untuk jarak dekat dan setiap hari Shangguan membawakan makanan segar yang dibelinya dari pasar setempat.

Selama menunggui neneknya, Shangguan tidur di koridor rumah sakit dan menghabiskan waktunya dengan menggambar yang menjadi hobinya selama ini dengan menggunakan kertas dan pensil yang disediakan para perawat rumah sakit.

Cerita mengharukan lainnya datang dari seorang perempuan Tiongkok mengajak ibunya yang lumpuh berkeliling dunia untuk memulihkan kesehatannya, menjadi berita utama di "Negeri Tirai Bambu" itu. An Rong (42) mulai mengajak ibunya berkeliling dunia pada 2009, ditemani saudara perempuan dan keponakannya.

Jalan-jalan keliling dunia itu dilakukan setelah sang ibu mengalami kecelakaan yang kemudian membuatnya depresi. Kondisi kesehatan sang ibu yang berusia 87 tahun itu bahkan terus memburuk sehingga harus menggunakan kursi roda.

"Wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat menderita saat itu. Dia mulai enggan makan dan minum seperti biasa. Dia juga hanya berbaring seharian di ranjang dan semakin pikun," kata An Rong. "Saya dan kakak harus terus mengingatkannya agar menyantap makanan dan membawakannya kunci setiap kali dia pergi keluar rumah," tambah Rong.

Melihat kondisi ibunya yang memilukan itu, An Rong memutuskan untuk mengajak sang ibu berjalan-jalan saat dia mengambil cuti tahunan. Perjalanan pertama An Rong dan ibunya adalah ke Hainan pada 2006. "Itulah kali pertama ibu naik pesawat terbang. Saat itu, dia terlihat sedikit cemas. Dia bahkan berpikir jalan-jalan hanyalah membuang-buang uang," kata An Rong.

Namun, ternyata perjalanan di dalam negeri itu mulai membuka pikiran sang ibu. Mereka memutuskan untuk melanjutkan jalan-jalan itu ke luar negeri dan pilihan pertama adalah ke Asia Tenggara. Sejauh ini, mereka sudah mengunjungi Thailand, Jepang, Korea, dan Maladewa serta lebih dari 10 negara lainnya. Mereka juga sempat mengunjungi AS dan An Rong mengajak ibunya naik helikopter di atas Grand Canyon.

"Sudah sembilan tahun sejak ibu pertama kali naik pesawat terbang. Kini, dia bisa tersenyum dan tak merasa takut lagi," kata An Rong. Setelah mengunjungi lebih dari 10 negara, ternyata kesehatan sang ibu membaik meski dalam perjalanan itu ibu An Rong harus mengganti kursi rodanya sebanyak lima kali. (kps/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat