Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

Derita Kanker Otak, Bocah 5 Tahun Ingin Menikah

- Minggu, 20 Desember 2015 15:42 WIB
340 view
Derita Kanker Otak, Bocah 5 Tahun Ingin Menikah
Sana’a (SIB)- Seorang anak laki-laki berusia lima tahun asal Yaman meminta ayahnya untuk menikahkannya dengan wanita. Ia ingin memuaskan nafsunya di usianya yang masih sangat belia setelah divonis terkena kanker otak. Sebagaimana diberitakan Al Rai, bocah laki-laki itu sudah mengutarakan keinginannya untuk menikah sejak usianya menginjak dua tahun. Keinginan itu ia ungkapkan kepada sang ayah, Najib. “Dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin menikah sekarang. Dokter mengatakan ia ingin menikah karena tumor otak yang dideritanya,” kata sang ayah. “Dia memerlukan suntikan seharga $500 [Rp6,9 juta] setiap bulan untuk mengekang keinginannya dan membuatnya lebih tenang dan stabil,” kata Najib.

Najib juga mengatakan untuk pengobatan anaknya, ia dapatkan uang dari bantuan orangorang yang mengasihi anaknya serta bantuan dari pihak rumah sakit. dr. Zayed Atef dari sebuah rumah sakit pemerintah Yaman mengatakan bocah tersebut membutuhkan operasi lebih lanjut agar menjadi bocah normal. Sementara itu seorang ibu di Hidalgo County, Texas, Amerika Serikat, tega membotaki kepala anak perempuannya yang berusia tujuh tahun demi mengeruk keuntungan melalui penggalangan dana palsu. “Putri saya sedang berjuang melawan kanker. Saya tahu dia bisa. Doakan (kesembuhan) anak saya,” jelasnya di keterangan foto sang anak yang diunggah ke akun media sosial, sebagaimana diwartakan Express, Rabu (16/12).

Juanita Garcia (46) mengunggah foto anak perempuannya mengenakan tudung kepala putih tengah menggunakan kaus pink bertuliskan: ‘Saya anak perempuan yang tengah berjuang melawan kanker’. Padahal, anaknya sehat walafiat. Pesan Garcia ketahuan palsu setelah dilaporkan oleh komisi perlindungan anak di sana. Dengan tuduhan eksploitasi terhadap anak, perempuan paruh baya itu ditangkap dan dikenai denda sebesar 10 ribu dolar AS atau senilai Rp140 juta. "Kami mengimbau masyarakat untuk memverifikasi dan mengonfirmasi setiap informasi berkedok pengumpulan dana yang hendak mereka ikuti,” kata juru bicara Kepolisian Texas. Polisi menjelaskan, dalam banyak kasus, mengajukan pertanyaan dan memanfaatkan pendekatan yang masuk akal efektif mencegah seseorang menjadi target skema penipuan. "Organisasi, kelompok, atau orang-orang yang membuka penggalangan dana yang sah selalu memiliki cara tersendiri untuk memverifikasi dan mengonfirmasi informasi tentang acara mereka," tambahnya.

Tahun lalu seorang perempuan dari Aurora, Colorado, dipenjara karena mengarang cerita tentang anak laki-lakinya yang berusia enam tahun. Putranya diperintahkan berpurapura menderita kanker. Sang ibu, Sandy Thi Nguyen, menerima ribuan dolar dan perjalanan gratis ke Disneyland setelah mencukur kepala putranya serta memberi tahu orang-orang bahwa dia terlilit utang sehingga kesulitan mengobati anaknya. Dia bahkan mengaku tengah hamil untuk membuat penderitaannya sempurna. Dengan begitu, Sandy memiliki alasan untuk tidak mendonorkan sel induknya. (okz/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru