Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026
Cerpen

Titipan Manis dari Sahabat

* karya Nurhaida, SMAN 2 Rantau Selatan
- Minggu, 19 Juni 2016 14:53 WIB
1.786 view
Titipan Manis dari Sahabat
Namanya Nurul Utami. Penampilannya agak tomboy tapi  humor segar kerap mengalir lancar dari bibirnya. Sebelum pengumuman lulus-lulusan, bersama gengnya, Nurul menghabiskan malam dengan ketawa-ketiwi. Diajak pulang, nolak. "Jika besok tidak lulus, tidak pernah ada lagi kebersamaan," ujarnya menolak.

Meski hari menjelang dinihari, Nurul tetap menolak. "Jika tidak lulus, bisa jadi ada yang bertemu dengan batu nisan. Kwkwkw," ngakaknya.

Sebab itu, ketika namanya dinyatakan lulus, betapa bahaginya Nurul. Dipeluknya orangtuanya yang mengambil hasil pengumuman.

Sekarang, entah pikiran siapa yang masuk ke benaknya. Nurul ingin melanjut SMA yang ada asramanya. Alasannya, ingin hidup mandiri dan lebih disiplin. Keinginan itu langsung didukung orangtuanya.

Hasratnya semakin menggebu masuk asrama ketika tahu ada sahabatnya yang juga berniat ke sana. Namanya Marsya Aqinah.

Setiap hari terus bertanya dan mencari tahu, apakah benar-benar serius ke asrama. Ketika dipastikan bahwa Caca, panggilan dekat untuk sahabatnya yang ayu itu, masuk ke asrama, Nurul semakin giat belajar dan mempersiapkan diri. Soalnya, bila nanti kalah seleksi, harus berpisah dari Caca.

Ambisinya terkabul. Masuk SMA di asrama, jumpa sahabat baru. Namanya Miftahul Jannah. Ketiganya jadi menjadi trio yang saling melengkapi.

Nurul kerap jadi nakhoda tapi selalu mengalah pada Caca, apalagi pada Mita. Tetapi, kalau untuk yang lain, tidak akan pernah. Nurul tak pernah mau mengalah, apalagi dikalahkan.

Untuk berteman dengan cowok, Nurul jadi seperti bodyguard. Jika ada yang mengganggu dua sahabatnya, Nurul siap menghadang. Sampai-sampai, Nurul memrotek kedua rekannya seasrama itu.

"Ini ada nomor baru di HP-mu. Siapa?" selidiknya pada Caca. "Kenapa tidak diangkat?"

"Aku takut!"
"Kok takut?" sela Nurul. "Angkat aja," ucapnya dan ia berinisiatif menghubungi nomor baru tersebut.

Ketika tahu yang menyahut di sana suara cowok, Nurul terus menyelidiki. Bertanya asal-muasal dapat nomor tersebut sampai jati diri si cowok. Tatkala tahu bahwa cowok di maksud penghuni asrama sebelah, saat menjelang malam, Nurul mengajak Caca dan Mita menemui pria dimaksud.

Begitu bertemu, Nurul langsung mewanti-wanti. Jangan coba-coba mengganggu apalagi mempermainkan. Ia juga yang minta kepastian pada Caca dan Mita. Benar-benar suka atau cuma bercanda.

Keduanya sahabatnya berpikir, gimana langsung bilang suka kalau baru kenal. Memangnya es campur plus panggang ayam, langsung senang. Semua kan butuh proses. "Kalau kelen gak suka, biar aku aja! Kwkwkwk," tawanya meledak.

Karena ucapan Nurul itu, Caca dan Mita pun undur diri. Soalnya, meskipun berbicara dengan seloroh namun Nurul sudah bilang suka.

Itulah alasan kenapa Caca dan Mita tidak pernah lagi merespon telepon dari si cowok. Nurul pun tidak terlalu merespon. Banyak kali alasannya kenapa jadi tidak suka pada si cowok. Mulai dari mengkategorikan si cowok terlalu lemah hingga tidak tipenya. "Aku suka cowok yang macho! Kalau bisa yang itam. Kwkwkwkwk," ujarnya.

Kurang macho apa sih yang diinginkan Nurul. Kalau hitam, memang tidak terlalu legam sih. Caca berpikir, Nurul suka dengan cowok yang sangar... bercambang serta jenggot. Sonolah ke Bukit Lawang, banyak seperti itu.

Ketika hendak liburan panjang, ketiganya punya gagasan berwisata. Caca dan Mita mengusulkan mengajak si cowok. Meski ditentang Nurul, karena didesak dua sahabatnya, akhirnya si cowok ikut juga.

Berempat pergi, tidak ada satupun yang bermesra-mesra dengan si cowok. Tak juga dengan Nurul. Mita dan Caca ingin semakin mendekatkan si cowok dengan Nurul tapi keduanya tidak tahu bagaimana caranya.

Saat makan bersama, Caca dan Mita sengaja meninggalkan Nurul serta si cowok berdua saja. Tetapi, justru si cowok yang pergi meninggalkan Nurul dan ingin bersama dengan Mita serta Caca. Alasannya, ada panggilan dari asrama.

Sebelum pergi, si cowok meninggalkan pesan. Isinya minta maaf karena tak dapat menumpahkan rasa pada Nurul. Tetapi, kalau dengan Caca atau Mita, ia mau.

Membaca pesan tersebut, keduanya ngakak sambil berpeluk erat hingga membuat Nurul terpelongo! (f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru