Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

P u i s i

- Minggu, 07 Agustus 2016 18:01 WIB
316 view
P u i s i
Hari Minggu

Jalanan lengang
Orang-orang berpakaian cantik dan wangi
Pergi ke gereja
Kidung-kidung pujian menggema
Memuji Tuhan
Mengharap berkah
Semoga kedamaian
Selalu ada
Untuk negeriku
Tentang Cinta.

Abdurrahman Sinaga, Tanjungmorawa-Deliserdang.

Membeku

Mengendap dalam  gelap malam
Bersembunyi di bawah bukit dan benteng
Jantung berdebar kencang
Iringan kendaraan menghampiri
Terpaku dalam rumput bergoyang
Terbaring beku di atas tanah
Terjatuh dari tebing-tebing tinggi
Di kepung oleh musuh penjuru
Pakaian yang kumal
Bertahan habis-habisan
Dalam mulut teguh membisu
Menguci rapat-rapat.

Mesi Melani Marpaung, SMAN 1 Siantar Narumonda.

Pudar

Barisan itu menghantam
Kekuatan yang seharusnya ada
Tiada waktu yang terlewat
Hanya bersama dan semangat
Tak bagus merahnya pudar
Terbakar hangus api kebencian
Tak perlu menatap sendu
Karna kau dia pudar.

Marlina SK Manurung, SMAN 1, Siantar Narumonda

Dusta

Pohon-pohon melambai dengan anggunnya
berlaksa butir pasir berserah diri saat kupijakkan kakiku
bayangku di beningnya air
akankah sirna ditelan masa?
Oh alam, ampunilah kami
seribu dusta telah kau genggam dari kami
rintihmu tak kami hiraukan
dirimu tak kami lingkupi dengan cinta
Wahai, insan Tuhan
Marilah kita menjadi tameng
Marilah kita saling merangkul
Demi tumpuan hidup, anak cucu kita kelak.

Tiara Gracia S, SMP Budi Murni 1 Medan.

Harapan

Harapan
Kuberharap padanya
Sejauh-jauhnya dia
Aku mencintainya
Hanya saja malu
untuk mengakuinya
menggelikan rasanya
Perasaan takut mulai timbul
Penyesalan terjadi
Wajahmu bersembunyi jauh dariku
Ketika kutahu
Kau memilih yang lain.

Lucia Situmorang, SMP Budi Murni 1 Medan.

Hitam

Hitam berpanjuang di tengah jalan
Hitam  menemani rindu
Berparas sakit hitamku pudar
Hitam berubah putih
Putih berubah pudar
Putih pudar beraroma perih
Putih pudar menjadi bisu.

Parasian Sirait, SMAN 1 Siantar Narumonda

Nyanyian Itu

Di kala irama mengalir lembut
Diperdengarkan ke gendang telinga yang sepi
Alunan musik lengkapi sederet syair
Begitu mempesona saat kau lakukan
Kudengar di kejauhan
Kau bernyanyi dari lubuk hati yang paling dalam
Nyanyian itu buatku diam terpaku
Hatiku melonjak menari-nari di awan
Begitu lain, dan istimewa
Nyanyian itu cukup ubah pola pikirku
Nyanyian itu telah mampu mengalihkan dunia itu
Teruslah lakukan itu bernyanyi penuh irama
Aku memerlukan nyanyian itu
karena hanya itu yang mampu
Buat semangatku kembali hidup
Jangan pernah berhenti bernyanyi.

Melly Andriani Br Ginting, SMA Van Duynhoven Saribudolok

Tanya
Jika malam tiba
Ke mana siang
Apa mentari bersamanya
Apa bulan menantikannya
Kecilnya aku susahnya aku
tuk mengartikan perkataan
Adakah kau mengerti
atau kau tertawa di putaran kelamku
atau menangisi ketidakberdayaanku
inilah aku... kegagalanku.

Federika Lianda Sianturi, SMP Santo Yoseph Flamboyan Medan.

Harap

Aku ingin mengetes cintamu
Sebesar apakah kepadaku
Saya tidak memaksa anda untuk mencintai saya saat ini, tapi saya yakin suatu saat nanti anda akan menyadari
Seberapa besar saya mencintai Anda selama ini.
Bila aku hanya sesaat bagimu
Jangan biarkan aku terlanjur
Menyayangi mu...
Bila aku tak mampu pergi darimu
Karna kau yang buat
Aku menyayangimu...

Eva SF. Hutajulu, SMA Nasrani 3 Medan.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru