Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Anak SLB C Tunagrahita Bangun Kemandiriaan dari Kekuranglengkapan

- Minggu, 16 Oktober 2016 16:59 WIB
1.191 view
Anak SLB C Tunagrahita Bangun Kemandiriaan dari Kekuranglengkapan
SIB/Dok
Anggrek: Pengurus Panti Asuhan SLB C Karya - Suster Ruth Boru Tondang SFD, Suster Marselina Beru Ginting dan Suster Silviani Boru Saragih - menyerahkan anggrek kepada Rospita Marpaung disaksikan Hendrik Sitompul dalam kunjungan kasih di panti tersebut,
Deliserdang (SIB)- Anak-anak SLB C Karya Tulus, Jalan Namopecawir, Dusun III, Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang membangun kemandirian dari kekuranglengkapan. Anak penyandang tunagrahita tersebut dilatih dengan kepekaan indera hingga profesional. Bahkan, kemahiran bermusik seperti main angklung, menghibur publik.

Hal tersebut ditunjukkan saat dikunjungi anggota DPRD Medan Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM, Sabtu (24/9), bersama keluarga besarnya di antaranya Ir Rospita br Marpaung MM, Rodrick Sitompul, Bonita Sitompul dan Federick Sitompul. Tiga nama terakhir pun memiliki kemampuan bermusik.

Rodrick Menak Krissantono Sitompul yang akademisi di Sekolah Tinggi Energi dan Mineral Akamigas Cepu, Jawa Tengah seorang saksofonis. Bonita Sitompul yang alumni sekolah terkemuka di Jakarta dan sekarang masih dalam Diklat Keuangan di Palembang adalah kibordis. Federick Sitompul masih studi di Medan.
Datang sebagai pribadi, pria yang donator bagi Panti asuhan SLB C Karya Tulus itu bersilaturahim dengan seluruh anak di panti untuk menyukuri usia emasnya. Bonita pun merayakan usai sweet seventeen di tempat yang sama. "Dalam kurang lengkap, anak-anak memiliki kelebihan yang justru tidak dimiliki individu yang memiliki indera penuh," ujarnya.

Tiga suster yang mendampingi anak tunagrahita mengapresiasi visi Hendrik. Mereka adalah Suster Ruth Boru Tondang SFD, Suster Marselina Beru Ginting dan Suster Silviani Boru Saragih. "Kami berdoa, kiranya huku tuai tabur digenapiNya. Terima kasih sudah berbagi kepada anak-anak kami dan langkah selanjutnya diberkahi Tuhan," ujar Suster Marselina Beru Ginting.

Menguatkan komitmen berbagi bersama, Hendrik menerima anggrek dari pendampingi anak-anak tunagrahita. (R9/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru