Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026
Curhat

Sepenggal Tapi Berat

* Juandi Manullang - OMK St Yakobus Sukadono, Sunggal, Deliserdang
- Minggu, 16 Oktober 2016 17:05 WIB
328 view
Sepenggal Tapi Berat
Suer...aku tak bisa lagi menahan gejolak hati. Semakin kutekan, batinku semakin meronta. Pasalnya, karena melihat perempuan imut yang manisnya selangit. Rasanya, merengut pun selalu kuartikan senyum padaku.

Saking geramnya, aku pura-pura marah dan menubruknya dengan pertanyaan kenapa senyum-senyum padaku.

Diledek seperti itu, ia langsung ciut. Tengoklah wajahnya tiba-tiba pucat. Meski begitu, di sorot matanya tetap ada cahaya yang menerangi keinginanku.
Tahu sifatnya yang tak bisa dimarah, aku mencoba cara lain. Kali ini eskaesde. Sok kenal sok dekat. Misalnya, menunggunya di kantin dan menyediakan kursi duduknya di tengah himpitan massa.

Taktikku berhasil. Ketika kuutarakan niatku, ia langsung menggangguk. Ketika kurangkul, ia mau saja.

Sikap pasrahnya itu membuatku semakin gerah. Rasanya ingin selalu dekat dengannya, karena takut disambar orang. Soalnya, rekan-rekan di kampus pada jahil. Gak bisa lihat perempuan. Cantik sedikit saja langsung geer.

Perempuan yang kali ini ada padaku adalah first lady di hatiku. Itulah yang membuatku semakin pede pada langkah cintaku selanjutnya. Soalnya, baru pertama kali saja sudah dapat yang wajahnya seperti bidadari kayangan. Lalu, jika nanti dapat yang lain, maksudku yang kedua, harus lebih cantik darinya. Logis, kan. Aku lelaki berkelas.

Eh, maaf... aku tak mau berpikir terlalu jauh. Aku tak mau putus darinya. Semakin hari berjalan dengannya, semakin hatiku berat padanya. Tetapi, ada yang mengganjal hatiku, kok dia tidak kelihatan semakin mendekat padaku.

Sekali waktu, aku melihatnya berjalan dengan pria lain. Saat kusapa, ia biasa-biasa saja. Kayaknya lebih memrioritaskan rekan lelakinya daripada aku.
Aku terpukul. Tersiksa sepanjang hari. Entah kenapa, egoku meluap dan ingin menjauh darinya. Eh... dijauhi justru ia mendekat dan mengoreksi langkahku yang cuek padanya.

"Aku cemburu kau jalan ama cowok lain," sungutku.

Ia menyambut dengan senyum. Di senyum itulah yang membuatku luluh. Ia minta kepastianku. Aduh, bingung aku... kepastian seperti apalagi. Ia minta tidak ada kata sayang dan cinta karena saat ini fokus studi. Namun berjanji setelah itu, berlanjut ke hal lain.

Hadeuwww.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru