Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026
Curhat

Nyesal Aku Tak Mengenalnya Duluan

* Curhat Daniel Efraim Marcodeta Pardede - Tanjungmorawa, Deliserdang
- Minggu, 30 Oktober 2016 13:48 WIB
440 view
Nyesal Aku Tak Mengenalnya Duluan
Aneh ya... aku mengenalnya dalam suasana duka. Sedih lahir batin. Papaku dipanggilNya dua tahun lalu. Selang tak sampai satu semester, mamaku memenuhi rencana indahNya. Aku kemudian dalam asuhan ibu mamaku. Selang setahun, ompungku tak dapat menolak ajakanNya.

Sebagai anak sulung, aku otomatis bertanggung jawab pada adikku semata wayang. Aku tak mau kepiluanku menjalar padanya, meskipun aku tahu betapa lukanya hati saudara kandungku yang cuma satu tersebut.

Sebelum kepahitan hidup terakhir kuhadapi, aku mengenal seseorang yang membuatku nyaman. Zona tersebut kumasuki karena aku selalu beroleh jalan ke luar dalam soal kegalauan.

Mengenai pengalaman, dituntunnya. Tentang kehidupan sosial, selalu pula dicarikan solusinya. Dalam pada itu, aku menyayangi cewek yang kukenal lebih dulu. Bahkan, aku sudah merayakan setahun hari jadian kami. Tetapi, suer... aku merasakan hal lain ketika masuk dalam ruang dan waktu dengan - sebut namanya O - tersebut.

Dari semua ukuran, O lebih unggul ketimbang pacarku. Bahkan padanya, selalu kuutarakan hal tersebut tapi O tetap tak memercayainya. Terus terang, aku ingin membuktikan apa yang ada di hatiku padanya tapi kemampuanku masih belum ada.

Misalnya, aku ingin mengajaknya jalan dan makan, sekadar menghabiskan malam indah. Bahkan, jika dimungkinkan, aku ingin memosisikannya di tempat terbaik di ruang hatiku yang belum sepenuhnya terisi oleh kekasihku saat ini.

Namun, lagi-lagi hal tersebut tak bisa kutunaikan. Meski selalu kuutarakan, O tak percaya. Saking selalunya apa yang kujanjikan tak terpenuhi, O menuduhku bohong. Yang paling menyakitkan, aku dikategorikannya sebagai penipu.

Aku memang tak memiliki kemampuan sedikit pun untuk menyenangkannya, selain cuma berdoa kiranya O sehat hingga sepanjang usiaku tetap berteman baik dengannya. Andai dahulu aku lebih dulu mengenal O, semua cerita ini akan beda.

Ya Tuhan, bolehkah aku memutar waktu?
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru