Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026
Curhat

Merawat Warna-warni

* Meytry Purba, SMAN 4 Pematangsiantar
- Minggu, 26 Maret 2017 20:13 WIB
293 view
Waktu aku masih aktif dalam kelompok ekskul, dibagi dalam kumpulan-kumpulan. Tiap kelompok selalu disatukan dengan warna. Misalnya grup 'A' dengan warna merah, grup 'B' dengan putih dan seterusnya. Meski terpisah dalam warna tapi tetap satu kesatuan.

Andai satu individu berbeda sikap dengan anggota kelompok lainnya, tidak mengapa. Soalnya tidaklah mudah menyatukan tiap orang dengan pikiran dan keingnan masing-masing. Tetapi, hal tersebut hanya terjadi di dalam kelompok. Ketika sudah ke luar maka yang muncul adalah kekompakan.

Warna-warni menjadi indah ketika dipadukan. Seperti di kebun. Tetumbuhan berbunga. Masing-masing dengan bentuk, corak dan warnanya. Tetapi, saat aku beranjak remaja dan mulai berteman dengan ragam orang, warna-warni jadi tidak indah. Soalnya, masing-masing kelompok dalam warna tersebut mengunggulkan diri sendiri.

Memosisikan warnanya lebih indah ketimbang warna yang lain. Padahal, jika semua berwarna merah pasti tidak ada keistimewaannya.

Ketika aku mengusulkan satu ide dalam maksud menyuguhkan yang terbaik, mereka ngotot mengatakan bahwa warnanya yang lebih indah. Padahal, secara kualitas, tidak sama sekali. Yang mengecewakan, penilaian lebih baik tersebut dari sisi subyektif. Karena aku beda keyakinan dengannya, maka dianggap lebih rendah.

Aku mencoba ngotot tapi mentok. Kawanku bicara lebih keras hingga urat lehernya menymbul dan bikin aku keder. Bukan takut, tapi kasihan... hanya karena mempertahankan ide berdasar pemikiran subyektif sampai segitunya berteriak-teriak.

Di lain kesempatan, karena sudah memahami perangai dan subyektifnya, aku mengambil jalan lain. Langsung memujinya. Memuji buah pikirnya dan memuji kreativitasnya. Padahal, sesungguhnya batinku menangis. Tersiksa karena hati kecilku tak suka dengan cara itu.

Hanya saja, demi merawat kebersamaan, kucoba berkompromi dengan cara yang tidak bijaksana tersebut. Tetapi, ada manfaatnya juga.
Hubungan kami jadi semakin rapat. Aku janji, suatu hari akan bicara apa adanya dengan kualitas. (h)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru