Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026
Curhat

Bukan Cinta Semusim

* Merry Andriani Ginting, Alumni SMA Van Duynhoven Saribudolok
- Minggu, 02 April 2017 20:41 WIB
500 view
Riuh-rendah sorakan kawan-kawan di kelas mematikan langkahku. Saking menyekat, untuk mengangkat kepala saja rasanya tak bisa. Aku malu, takut bahkan. Soalnya, mereka seperti beradu urat leher hanya demi menunjukku berpasangan pada si Z.

Aku sudah menolak tapi tetap saja rekan-rekan sekelas memastikan bahwa aku punya rasa spesial pada Z. Kenapa harus dengannya karena di kelas banyak yang lebih istimewa. Apalagi bila dibanding rekan lain di sekolah.

Tetapi begitulah. Bila berpapasan dengan si Z, mereka langsung meledek. Z pun sepertinya memanfaatkan situasi tersebut. Ia sengaja beraktivitas yang bersinggungan denganku.

Seperti kemarin, ketika lonceng belajar les terakhir berbunyi, ia langsung berlari ke depan mencegat langkahku. Katanya, Guru BP memanggilku. Aku pura-pura cuek, tapi dibalasnya semakin agresif.

Meski satu kelas jadi riuh, ia tak peduli. Bahkan ditariknya tasku untuk dibawanya, seperti membantuku. Aku mengelak, tapi ia ngotot. Sampai di ruang Guru BP, Z tetap masuk mengikuti langkahku.

Di depan Guru BP ia langsung membelaku. Katanya, aku lebih cocok jadi pengibar bendera ketimbang hanya jadi pendamping pengibar. Aku jadi tercegang.

Belum pernah aku cerita padanya ingin menjadi anggota Paskibraka tapi kok mendahuluiku. Meski demikian, aku mengaminkannya. Memang cita-citaku ingin jadi pasukan inti pengibar duplikat Sang Merah Putih.

Sebelum begitu juga. Ketika ada dibentuk tim kesenian, aku langsung dimasukkan dalam komposisi grup. Padahal, suerrr... tak pernah aku cerita tentang aktivitas seniku. Tetapi, emang aku suka pada humaniora.

Banyak lagi yang lain yang membuatku suka padanya. Mungkin, kawan-kawanku tahu hingga mematut-matutkan aku pada Z. Hanya saja, aku sadar, manalah mungkin membangun cinta serius ketika di SMA. Soalnya, menimba ilmu di level itu hanya musiman. Setelah tamat, bisa berubah pikiran.

Buktinya sekarang ini. Setelah bertitel alumni, masa-masa indah di SMA berlalu. (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru