Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026
Curhat

Antara Aku, Kau dan Kecemburuanku

* Iwan Alphian Marpaung - SMK Teknik Nasional Kisaran
- Minggu, 18 Juni 2017 19:44 WIB
941 view
Lama-lama aku semakin mantap dengannya. Maksudku, bukan selama ini tidak sempurna. Tapi seiring berputarnya waktu, semakin banyak kuketahui tentangnya.

Aku pernah cemburu. Kawanku melaporkan padaku bahwa Yayank Bebku main mata dengan orang lain. Mendengar pengaduan tersebut, aku langsung bingung. Kelimpungan dan sedih.

Ingin marah. Mencarinya setengah mati, tapi tak ketemu. Ketika amarah sudah reda, aku masih mencari tahu tentang laporan kawanku bahwa Yayank Beb telah mencurangiku.

Begitu bertemu, aku langsung memuntahkan kekesalanku. Ia tidak bereaksi. Aku langsung memvonis, bahwa ia sudah melakukan kesalahan besar. Ingin rasanya aku putuskan hubungan dengannya.

Setelah lama merepet, ia buka suara. Katanya, jika benar apa yang dilakukannya seperti laporan orang-orang, apa sikap dan tindakanku. "Aku pasti murka. Putus," ucapku.

Ia meredakan emosiku. Katanya, jika benar salah, seharusnya tidak boleh langsung menghukum. Tetapi, memberi sekali kesempatan. Mana tahu apa yang dilakukan silap atau tak bisa menahan godaan.

Mendengar penjelasannya, aku semakin marah. Langsung menunjuk-nunjuk ke wajahnya dan menuduhnya berlindung di balik wajah tampannya. Dengan senyum, Yayank Beb minta aku menenggak minuman dingin yang disodorkannya. Aku menolak, karena bagiku apa yang dilakukannya sudah teramat sakit.

Setelah ia mencoba menetralisir suasana, Yayank Beb mulai cerita. Pertama, membantah apa yang aku dengar dari pihak lain. Kedua, ia memintaku jangan cepat berkesimpulan dan memvonis karena nanti yang rugi diri sendiri. Ketiga, ia bersumpah tidak melakukan hal yang dituduhkan padanya. Alasannya, hukum tabur tuai, pasti akan berjalan. Cepat atau lambat. Pertimbangannya, dalam hukum karma, apa yang dilakukan pasti akan dibalikkanNya.

Ia pun minta agar aku mencamkan apa yang dikatakannya. Menurutnya, jika sudah tidak suka, tidak perlu berbuat menyakitkan tapi terus terang. Soalnya, bila berpisah baik-baik, muaranya tetap bersahabat. Sebaliknya, bila putus karena satu peristiwa, bisa bermusuhan. (f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru