Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 31 Juli 2026
Curhat

Aku Tak Menyerah

* Anwar Shadat Harahap Titipapan - Medan
- Minggu, 08 Juli 2018 19:03 WIB
963 view
Aku Tak Menyerah
Hidup makin sulit. Benerrr. Tapi apakah harus disikapi dengan terus mengeluh. Menghujat tanpa mau bekerja. Itu sama dengan semakin memerosokkan diri. 
Siapapun di dunia ini jika tak berusaha, pasti tak akan diberi jalan ke luar dari persoalan yang dihadapi. Hidup pun akan semakin sulit. Aku ingat  bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,  QS 13:11.

Aku pun terus berusaha. Tapi tak tahu harus berbuat apa. Soalnya tubuhku belum pulih seratus persen, atau seperti biasa. Malangnya karena aku mendapatkan kecelakaan lalu-lintas. Waktu itu mau buru-buru. Selain khawatir kehujanan dan harus mengantar kawan ke terminal. 

Entah bagaimana, tiba-tiba keretaku ditabrak keras dari belakang. Penabraknya menggunakan motor gede. Kereta yang kutumpangi tercampak dan tubuhku terpelanting seperti bola pingpong. Jatuh ke selokan. Meski cepat dibantu oleh warga, tapi tetap saja kakiku patah dan pinggangku bergeser.

Sakit bukan main. Lebih sakit lagi karena penabrak tega-teganya pergi tanpa tanggung jawab. Jadi, aku harus menanggung semuanya. Mulai perobatanku sendiri hingga membetulkan keretaku. Tapi aku harus tetap  bersabar dan menerima dengan ikhlas.

Bulan demi bulan aku sendiri menunggu sembuh. Sudah enam bulan, aku merasa pulih.

Aku mulai lagi berusaha. Tetapi, rasa sakit di kaki sudah hilang, di pinggang masih ada. Rasanya, masih ada yang salah di tubuhku. Itulah yang membuat menjadi terbatas langkah.

Hidup makin sulit, tapi aku tak mau menyerah. Apalagi mengutuki kondisi yang ada. 

Aku harus berusaha dan ditambah doa. Kiranya Sang Penguasa tetap melindungiku. Amin. (f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru