Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Siti Alam Hasibuan, SMAN 2 Rantau Selatan, Rantauprapat

Melangkah ke Depan
- Minggu, 06 Juli 2014 21:01 WIB
273 view
Siti Alam Hasibuan, SMAN 2 Rantau Selatan, Rantauprapat
Sudah lama Cantika ingin menulis surat untuk Raja. Abangnya itu entah berada di mana. Bukan tak tahu di mana rimbanya tapi ia yakin bahwa Raja ada di dekatnya. Dekat di hati. Buktinya, setiap Ramadan tiba, batinnya semakin rindu pada Raja.

Sama seperti Bulan Puasa kali ini. Cantika ingin membuat apa yang selama ini dilakukannya pada keluarga angkatnya. Bila sahur, ya.. membuat makanan untuk disantap. Bila petang, menyiapkan hal serupa untuk berbuka.

Pernah suatu kali bibinya bilang, Raja merantau tapi entah ke mana perginya.

Karena informasi itu, Cantika jadi penasaran. Biasanya kalau merantau, berarti kerja. Kerja di mana? Bang Raja kan masih muda. Paling usianya terpaut dua tau tiga tahun. Berarti Bang Raja umurnya belum sampai 17 tahun.

Umur tujuh belas tahun sudah bekerja? Sebagai apa. Kalau menyemir sepatu, sudahlah tidak mungkin dilakukan remaja. Ragam pertanyaan lain menyembul di hati Cantika, tapi ia tetap yakin abangnya tidak bekerja. Sekolah seperti dirinya dan berada dalam lingkungan keluarga kandung.

Cantika dan Raja terpisah oleh keadaan. Ibu dan ayahnya wafat bersamaan ketika bus yang ditumpanginya tabrakan di jalan lintas Sumatera. Entah berapa tahun lalu tapi Cantika ingat ketika itu masih duduk di SD.

Waktu itu, sepulang sekolah, di rumah ramai sekali. Ada bendera merah. Ada orang berbelasungkawa dan lain sebagainya. Melihat jasad orangtuanya, tidak ada rasa apa-apa. Tapi, ketika prosesi pengebumian dimulai, saat Bang Raja menangis sejadi-jadinya, Cantika jadi ikut-ikutan. Apalagi setelah jasad dimasukkan ke liang lahat.

Suasana pun jadi sangat beda ketika Cantika diajak tinggal bersama bibinya, adik kandung ibunya. Bang Raja tinggal bersama adik ayahnya. Kok dipisah? Alasan bibinya, pihaknya hanya sanggup membiayai seorang Cantika saja. Selain itu, adik ayah pun ingin mendidik Bang Raja semaksimalnya.

Yang membuat mereka berpisah karena adik ayahnya itu pindah ke Pulau Jawa. Bang Raja semula tidak mau ikut dan memilih dekat dengan Cantika tapi keluarga meminta agar Cantika merelakan saja. Toh semua demi kebaikan bersama.

Rasanya, sedih sekali berpisah dengan Bang Raja. Selama ini cuma hanya pada Bang Raja ditumpahkan segala suka dan keluh kesah, tapi sekarang sudah tidak tahu pada siapa. Pada bibi? Ah, betapapun bibi sudah menganggap dirinya sebagai orangtua kandung, tetap ada batasnya.

Hanya satu kata penghiburan dari Bang Raja ketika ia hendak pergi. Semua untuk kebaikan dan dalam maksud melangkah ke depan lebih baik.

Cantika ingat betul. Ketika hendak pergi, malam harinya Bang Raja sengaja tidur berdua dengannya. Sepanjang malam Bang Raja tidak tidur. Memerhatikan Cantika dengan alasan mengusir nyamuk.

Cantika pun tidak bisa terpejam. Yang dikhawatirkannya adalah berpisah dengan Bang Raja. Tetapi, berpisah untuk yang terbaik, tentu tidak apa-apa. Apalagi toh Bang Raja sekolah bersama paman. Pasti aman.

Tetapi, kenapa dikatakan bibi bahwa Bang Raja merantau. Merantau ke mana. Padahal, Cantika ingin saat Ramadan bersama kembali karena biasanya bila Idul Fitri, bertemu keluarga besar. Ritual itu dilakukan setelah ziarah bersama.

Karena saking rindu dan ingin bertemu, Cantika ngotot pada bibinya. Ingin mengetahui kabar pasti Bang Raja. Namun bibi juga tidak tahu sama sekali karena kehilangan kontak dengan keluarga yang membawa Raja.

Hanya dalam doa Cantika menumpahkan segala kerinduan. Kadang, disebabkan larut dalam sedih sampai menitikkan air mata, Cantika tidak sadar bibinya sudah ada di kamarnya dan duduk di sampingnya.

Jika sudah demikian, bibi cuma bisa berpesan agar Cantika sabar dan tetap berdoa. Diingatkan demikian, justru Cantika makin sedih.

Meski tak dapat menjawab pertanyaannya sendiri, apakah Lebaran tahun ini bisa ketemu dengan Bang Raja tapi Cantika tetap tak putus asa berdoa. Meminta padaNya agar dipertemukan dengan Bang Raja. (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru