Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026

Oknum Milenial Terjerat Narkoba Dimulai dari Ketidaktahuan

- Minggu, 17 Maret 2019 21:31 WIB
392 view
Oknum Milenial Terjerat Narkoba Dimulai dari Ketidaktahuan
SIB/Dok
TOLAK NARKOBA ILLEGAL: Kepala BNN Deliserdang AKBP Drs Safwan Khayat MHum (tengah) bersama Ketua GAMKI Deliserdang Ratna Ginting, Sekretaris Hamonangan Sinaga SPd, Josua Saragih, relawan antinarkoba illegal Victor Agustiawan Gulo dan pengurs GAMKI seusai
Deliserdang (SIB) -Pengurus Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Deliserdang Victor Agustiawan Gulo memastikan oknum milenial terjerat narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) ilegal dimulai dari ketidaktahuan. Berdasarkan studi kecil yang dilakukan pihaknya pada kelompok muda yang menggunakan Narkoba, generasi muda cenderung tidak mengetahui efek negatif dari penggunaan Narkoba. "Ketika sudah ketagih, menjadi pecandu, baru ngeh bahwa Narkoba membuat pribadi menjadi 'miring' dan 'oleng' yang muaranya membawa petaka. Tetapi, tidak tahu harus bagaimana menyudahinya sebab kelompok milenial tak tahu bagaimana memulai untuk membenahinya," ujarnya di Lubukpakam, di jeda mengikuti asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti-Narkoba bersama kelompok masyarakat yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deliserdang dengan pembicara Kepala BNN Kab Deliserdang AKBP Drs Safwan Khayat MHum.

Menurutnya, dengan posisi seperti tersebut di atas, dalam upaya menyeteril generasi muda dari pergaulan Narkoba ilegal, harus menyertakan seluruh komponen. Dimulai dari keluarga sebagai lingkungan terdekat, dilanjut pada lingkungan pergaulan. "Dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat, harus juga melibatkan semua pihak," tambah penggiat pemberdayaan generasi muda di Deliserdang tersebut.

Bersamaan dengan itu, lanjut Victor, orang-orang yang telibat dalam upaya pemberantasan Narkoba ilegal, termasuk relawan, harus menyesuaikan pengetahuan dengan perkembangan zat adiktif mematikan tersebut. "Misalnya soal perkembangan narkotika yang berkembang pesat variannya," sebutnya. "Sesuai laporan badan narkotika dunia, ada 800 jenis baru narkotika di dunia dan 71 di antaranya sudah masuk Indonesia. Tidak sedikit person di Tanah Air tak tahu apa yang dimaksud baru tersebut," ujarnya didampingi Ketua GAMKI Deliserdang Ratna Ginting dan Sekretaris Hamonangan Sinaga SPd.

Menghempang masuknya jenis narkotika baru tersebut, lanjutnya, pintu-pintu harus semakin ketat disterilisasi. Misalnya Bandara KNIA di Deliserdang lebih diperketat masuknya barang haram dimaksud seperti menambah alat monitor lalulintas barang di Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA).

Victor mengatakan, narkotika bentuknya bermetamorfosis yakni seperti tembakau, tepung dan cair. Zat cair dimaksud, ujarnya, campuran-campuran tetra hydro karabinol (THC) terdapat pada ganja. THC juga dikombinasikan dengan liquid vape. "Secara kimiawi demikian, tapi banyak generasi muda, khususnya kaum milenial, tidak tahu hingga rentan terpapar," jelasnya sambil mengatakan kiranya undang-undang tentang penyalahgunaan narkotika pun menyesuaikan dengan perkembangan baru barang haram dimaksud.

Disebabkan ketidaktahuan tersebut, lanjutnya, diharapkan pendampingan-pendampingan menyeluruh dan terpadu hingga kaum milenial paham tentang zat berbahaya dimaksud.

Hamonangan Sinaga meningkahi, kiranya organisasi terkait kepemudaan membangun sinerjitas dalam memroteksi kids era now dan kelompok milenial dari racun yang merusak masa depan bangsa.

Ia menunjuk pada yang dilakukan GAMKI Deliserdang yang rutin menyuluh melalui altar gereja mengenai kehidupan yang diberkatiNya, jauh dari Narkoba. "Ketua GAMKI Deliserdang Ratna Ginting punya program tetap mengenai pembinaan remaja gereja. Tetapi akan lebih maksimal juka seluruh komponen melakukannya," tutup penginjil di Gereja Pentakosta tersebut. (R10/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru