Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026

Revolusi Industri 4.0: Kids Era Now Pilih Paket Ketimbang Bakso

- Minggu, 31 Maret 2019 20:19 WIB
462 view
Revolusi Industri 4.0: Kids Era Now Pilih Paket Ketimbang Bakso
Manaek Tua Hutabarat
Medan (SIB) -Revolusi Industri 4.0 sudah berdampak bagi Indonesia. Mulai dari kids era now hingga kaum dewasa bahkan manusia usia lanjut. Buktinya, kehidupan sudah sulit dipisahkan dari teknologi digital, Internet. "Sadar gak bahwa anak-anak yang belum sekolah pun sudah lebih memilih paket Internet ketimbang bakso. Mereka lebih baik tidak makan bakso ketimbang tak main mobil legend (ML) bahkan gim battle royale seperti PUBG," ujar Ketua Bidang Sumber Daya Agraria Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Manaek Tua Hutabarat usai mengukuhkan ISRI Sumut yang dipimpin Dr Nikous Soter Sihombing ST MH di Hotel Grand Antares Medan, Jumat (30/3).

Ia mengatakan, konsekuensi open sky policy tak hanya lalu-linta udara tapi langit pun menjadi terbuka dengan Internet. Antisipasinya, bagaimana generasi muda bangsa tak lupa pada tugas dan tanggung jawabnya menyiapkan kualitas diri. "Main gim oke, tapi jangan lupa belajar," tambah pria yang dikenal luas sebagai praktisi pertanahan dan pangan tersebut.

Indonesia, lanjutnya, tidak mungkin menghindar dari Revolusi Industri 4.0 karena langkah itu sama dengan membiarkan republik terlindas. Cara terbaik, harus berpacu dalam permainan tersebut. "Kuatkan peranti dunia maya, alokasikan dana pembinaan bidang teknologi dan terus up-date perkembangan. Mudah-mudahan memenangi persaingan," tambahnya.

Fase revolusi tersebut mengena ke seluruh sektor kehidupan. Misalnya soal pangan yang tetap bersentuhan dengan teknologi pertanian. "Tadi saya beri contoh bakso dalam kehidupan kids era now karena berdaulat dalam hal pangan, sangat perlu. Biasakan anak-anak cinta makanan khas Indonesia agar jangan pula pangan luar masuk dan menguasai. Bahaya itu," ujarnya sambil mengatakan itulah alasan mengapa tiap ada kegaitan ISRI tetap mengetengahkan makanan rakyat kaum marhaenis. "Sama halnya soal budaya. Indonesia harus berdaulat!"

Jika kids era now tak mau lagi makan jagung, ubi, pisang dan lainnya, artinya Indonesia tergantung pada negara luar. "Keluarga besar ISRI harus kembali memasyarakatkan makanan khas Nusantara tapi jangan lupa mengasah keahlian dalam teknologi digital," tutup Manaek Hutabarat. (R10/l)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru