Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Mauritz Sidabariba si Pemeran Yesus Kristus yang Masih Oches

- Minggu, 19 April 2015 16:47 WIB
983 view
Mauritz Sidabariba si Pemeran Yesus Kristus yang Masih Oches
SIB/Oki Lenore
Mauritz Sidabariba si Pemeran Yesus Kristus bersama algojo (diperankan Marcel Simanjuntak, Ryan Marpaung, Santo Nainggolan dan Zulfan Purba) serta Theresia Riama Marbun mengisi Paskah dan Syukuran Punguan Toga Marbun dohot Boru/Bere Kota Medan di Wisma Ta
Medan (SIB)- Paskah dan Syukuran Punguan Toga Marbun dohot Boru/Bere Kota Medan di Wisma Taman Sari Medan, Minggu, (12/4), berlangsung meriah. Massa tumpah ruah hingga ke luar gedung. Dari sejumlah mata acara yang disuguhkan, Prosesi Jalan Salib diikuti ‘penyaliban’ Yesus Kristus yang menyedot perhatian.

Ketika tablo bergenre semidrama musikal ditampilkan, tidak sedikit peserta menitikkan air mata. Pemicunya adalah lakon yang ditampilkan Mauritz Sidabariba sebagai Yesus Kristus. Tak sekadar melakonkan, tapi dialog serta kredo yang disuguhkannya menikam perasaan. Klimaksnya tatkala Sang Penebus Dosa Dunia itu disalib dan ditombak. 

Selepas akting, Mauritz adalah sosok anak muda yang masih oches, belia. Kesehariannya seorang awam, bukan artis apalagi dramawan. “Intinya, merasakan penderitaan Yesus Kristus,” ujarnya usai membersihkan tubuh dari darah buatan dan wajah dari coreng-moreng yang diperlukan untuk memerankan sosok panutan tersebut.

Mauritz Sidabariba lahir di Medan pada 8 Februari 1999, putra pasangan Banjar Sidabariba - Nuria Saragi Turnip. SD Antonius 6, SMP Tri Sakti, SMAN 8 lanjut ke Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar dan melanjut ke FH Unika. 

Tak memiliki keahlian seni tapi ketika di sekolah kepastoran, ada mata pelajaran Sore Seni yang dilakukan tiap Jumat. Dalam mata pelajaran yang dibimbing Pastor Norbertus Ambarita OFMCap itu sedikitnya empat kegiatan ditularkan yakni Teater, Kaligrafi, Nyanyi dan Musik.

Meski Maurits memilih kelas Teater namun tetap mengikuti pendidikan lain. Dalam hal itulah pria yang bercita-cita menjadi ahli hukum tersebut memperdalam bakat aktingnya.

***
Prosesi Jalan Salib dan penyaliban yang disajikan dituntun narator Getsemane Marbun. Tiap perhentian perjalanan diikuti dialog singkat antara pemeran. Mauritz Sidabariba yang memerankan Yesus Kristus pun diberi ruang dan waktu untuk beraksentuasi dan improvisasi. Simak dialog mirisnya dengan Simon dari Kirene yang diperankan oleh Andi Rajagukguk. Gesture Mauritz memancing kepiluan. Apalagi ketika tokoh Yesus bersua dengan ibunya, Maria (yang diperankan Christine Lumbanbatu) dan Veronica (dibawakan Gloria Lumbanbatu).

Yang mengundang tangis ketika para algojo (diperankan Marcel Simanjuntak, Ryan Marpaung, Santo Nainggolan dan Zulfan Purba) serta aksi para rakyat (diperankan dan dipimpin Gregorius Maninga Lumbanbatu dan Brata Marbun) mencambuk Yesus.

Jemaat yang ikut kebaktian menitikkan air mata, para pelakon pun menangis termasuk para algojo. “Semestinya algojo tidak boleh menangis. Justru harus tegar, tapi karena Tuhanku disiksa mati, aku pun tak tegas memukulnya,” ujar Marcel Simanjuntak sesudah memerankan lakon.

Dalam acara bertema Kebangkitan Yesus adalah Keselamatan Bagi Orang Percaya, (Roma 10: 9) dan subtema Keluarga Besar Toga Marbun Terpanggil untuk Mengucap Syukur dan Memberitakan Karya Penyelamatan oleh Yesus Kristus kepada Semua Orang terlihat sejumlah tokoh seperti Ketua Umum Toga Marbun Medan Drs JE Lumbangaol MSP, Ketua Panitia Hari Raya Paskah Drs Hobart Lumbangaol,  Ir Harry Marbun MSc, Robert Marbun ST, sejumlah anggota DPRD Medan seperti Landen Marbun SH MH dan Andi Lumbangaol SE SH, artis Theresia Riama Marbun SE yang bertindak sebagai MC pun larut dalam duka. Kepala Pengadilan Negeri Balige Tumpanuli Marbun SH MH dan Marnala Lumbanbatu serta  Ketua Mahasiswa Toga Marbun Medan Swangro Lumbanbatu pun ikut menyusut air mata. (r9/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru