Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

Cerdas Memilih Perguruan Tinggi

- Rabu, 04 Juli 2018 09:43 WIB
570 view
Cerdas Memilih Perguruan Tinggi
Sejak kemarin sore hingga hari ini, para calon mahasiswa yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018, terbelah dua. Pengumuman sudah dirilis secara daring, yang bisa diakses dari mana saja. Ada yang bersukacita karena lolos di kampus pilihannya, dan ada yang bersedih karena belum berhasil.

Pemerintah telah menyediakan beberapa jalur untuk menerima mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN). Terserah bagi calon mahasiswa untuk memilih, sesuai bakat dan kemampuan. Bahkan ada jalur mandiri, yang biayanya jauh lebih mahal, karena sifatnya nonsubsidi.

Fakta yang tak terbantahkan, calon mahasiswa di Indonesia masih memfavoritkan PTN. Bagi mereka, gengsi lebih tinggi jika kuliah di kampus negeri. Walau sebenarnya, banyak perguruan tinggi swasta (PTS) yang memiliki kualitas yang sama, bahkan lebih.

Pemerintah telah membuat peringkat, baik PTN, maupun PTS. Pelaksananya adalah Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kampus digolongkan menjadi tiga golongan, yakni A, B dan C. Harusnya ini yang menjadi acuan bagi calon mahasiswa dalam menjatuhkan pilihan.

Dari PTN, ada yang tingkat akreditasinya masih C. Sementara yang PTS pun, banyak yang berhasil mendapat akreditasi A. Jadi tak jaminan, PTN itu bagus, dan PTS itu tak baik. Calon mahasiswa mesti mendapat informasi yang memadai tentang hal ini.

Proses akreditasi berlangsung secara ketat oleh BAN-PT dengan menerjunkan asesor ke lapangan. Mereka menilai dari berbagai aspek. Antara lain, rasio kecukupan dosen, tingkat pendidikan dosen, ada tidaknya guru besar, fasilitas yang tersedia, dan lain-lain.

Itu sebabnya, tak lulus SBMPTN bukanlah kiamat. Masih ada pilihan lain, yang juga baik. Tak masuk PTN, maka PTS masih ada. Hanya, cerdaslah dalam memilih. Gunakan berbagai informasi dari berbagai sumber. Antara lain, bagaimana akreditasinya, yang bisa diakses di website BAN-PT.

Kecerdasan calon mahasiswa dalam memilih, akan mendidik PTN dan PTS untuk membenahi dirinya. Mereka harus berpacu mengejar akreditasi A. Sebab calon mahasiswa menjadikannya sebagai pertimbangan utama. Kampus kualitas rendah pada akhirnya akan ditinggalkan secara alami.

Selamat bagi yang lulus SBMPTN. Ini masih awal, perjalanan masih panjang. Bagi yang tak lulus, jangan putus asa. Kesempatan berikut masih terbuka lebar. Tinggal memilih, dan berjuang lagi. (**)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru