Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026
TAJUK RENCANA

Upaya Kolektif Ciptakan Kesetaraan Gender

Redaksi - Senin, 09 Maret 2020 10:28 WIB
443 view
Upaya Kolektif Ciptakan Kesetaraan Gender
kompasiana.com
Ilustrasi
Setiap tanggal 8 Maret, Hari Perempuan Sedunia diperingati. Tahun ini UN Women merayakan International Women's Day 2020 dengan tema “I am Generation Equality: Realizing Women’s Rights”. Kesetaraan menjadi kata kunci dalam perayaan kali ini.

Sejarah mencatat awal mula tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia yaitu di tahun 1908. Sekitar 15.000 perempuan berbaris (march) di sepanjang jalanan Kota New York pada tanggal 28 Februari 1908. Perempuan-perempuan waktu itu menyoroti adanya ketimpangan dalam pemberlakuan jam kerja, upah dan fasilitas yang berbeda yang didapatkan pekerja perempuan dengan pria.

Setiap tahun Hari Perempuan Internasional umumnya dirayakan secara berbeda di berbagai negara. Afghanistan, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kamboja, Kuba, Turkmenistan, Uganda, Ukraina hingga Vietnam menjadikan tanggal 8 Maret sebagai hari libur nasional. Sejumlah negara lain merayakan Hari Perempuan Internasional selayaknya Hari Ibu, dengan memberikan hadiah kepada ibu, kekasih atau kakak/adik perempuan seikat bunga atau hadiah lainnya.

Menjadi perempuan memang tak mudah. Di satu sisi dia terikat dalam kultur yang mengharuskannya terampil dalam urusan domestik. Misal, sebagai istri harus mengurus suami dan anak, serta urusan rumah tangga lainnya.

Indonesia sendiri dua kali setahun memersembahkan perayaan untuk perempuan. Pertama, pada Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Kedua, Hari Ibu setiap 22 Desember. Meski begitu, Hari Perempuan Internasional tetap dirayakan di Indonesia, yang umumnya dilakukan organisasi wanita.

Sisi lain, perempuan ingin mengaktualisasikan dirinya dengan berkarier. Walau sebagian karena didorong situasi, demi menopang ekonomi rumah tangga. Faktanya, ternyata perempuan mampu berkarya lebih, asal diberi kesempatan yang sama dengan pria.
Perjuangan yang telah dimulai tahun 1908 ternyata belum berakhir. Di abad modern ini masih banyak perempuan mengalami diskriminasi. Gender masih menjadi alasan membenarkan pembedaan. Malah masih ada anggapan perempuan ada untuk melayani pria.

Masyarakat internasional telah menyepakati kesetaraan gender adalah jaminan menjadi lebih sehat, lebih kaya dan lebih harmonis. Mulai dari tempat kerja, pemerintahan, media massa, dunia olahraga, sampai yang utama ekonomi dan usaha. Jika kesetaraan gender tercipta akan lebih menghasilkan kesehatan dan kekayaan.

Perubahan tersebut bisa diwujudkan secara kolektif. Semua mesti berperan menciptakan gender yang setara. Pria dan wanita memiliki peluang yang sama untuk menggapai cita-citanya. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru