Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 19 Juni 2026
TAJUK RENCANA

Duka Sinabung

Redaksi - Rabu, 12 Agustus 2020 10:32 WIB
1.266 view
Duka Sinabung
medcom.id
Ilustrasi
Sinabung berduka kembali. Sejak Sabtu hingga Senin (10/8/2020) kemarin tercatat sudah tiga kali Gunung Sinabung Karo erupsi dan menyemburkan debunya. Senin, 10 Agustus 2020 sekitar pukul 10.16 WIB semburannya mencapai kurang lebih 5.000 m (5 Km) di puncak ketinggian 7.460 m di atas permukaan laut. Akibatnya sejumlah desa di lingkar Gunung Sinabung, di antaranya Desa Namanteran gelap gulita diselimuti debu.

Kolom abu tebal teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal memenuhi atap rumah penduduk. Debu juga berhamburan ke arah timur dan tenggara. Statusnya dilaporkan sudah level III (Siaga) sehingga penduduk di sekitarnya harus direlokasi. Selain itu debu Sinabung juga sudah sampai ke kotaTebingtinggi, Kabupaten Sergai, Deliserdang dan Langkat.

Erupsi ini juga sudah dirasakan masyarakat Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Panas sangat menyengat sehingga masyarakat merasakan kegerahan yang lain dari biasanya. Diduga kondisi ini merupakan dampak dari erupsi Sinabung dan diharapkan debunya tidak sampai ke Medan.

Selain mengganggu kesehatan, debu Sinabung dilaporkan juga sudah mengganggu tanaman pangan dan hortikultura di Karo. Dilaporkan, sedikitnya 1.470 hektare tanaman hortikultura yang baru saja ditanam hingga yang siap panen diselimuti debu erupsi Sinabung. Tanaman hortikultura tersebut diperkirakan tidak dapat lagi dipanen sehingga bakal menambah duka bagi masyarakat, khususnya para petani Karo.

Sejauh ini belum bisa diketahui berapa besar kerugian yang dialami petani. Tetapi dilaporkan, tanaman yang terkena dampak erupsi itu tersebar di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Berastagi, Merdeka, Dolat Rakyat dan Namanteran.

Jenis tanamannya yang terdampak juga beragam, di antaranya cabai, kentang, bawang daun, kubis/kol, kol bunga, petsai, wortel, cabai rawit, tomat, seledri, terong ungu, buncis, lobak, selada dan ubi jalar. Kita harapkan kegagalan produksi hortikultura ini tidak sampai mengganggu pasokan kebutuhan masyarakat, terutama kota Medan.

Sesuai catatan, hampir setiap tahun Sinabung erupsi baik dari tingkat rendah hingga tinggi sebagaimana yang terjadi kemarin. Sehingga bukan hal baru lagi bagi masyarakat, khususnya yang tinggal dan bertani di desa sekitarnya. Namun kita harapkan masyarakat Karo jangan sampai lengah dan menganggap kejadian ini biasa-biasa saja. Karena di baliknya ada bahaya besar yang mengancam keselamatan jiwa yang tidak bisa diprediksi.

Masyarakat diharapkan jangan abai dengan peringatan dan arahan pemerintah. Sebaiknya segeralah mengungsi menghindari bahaya erupsi ke tempat yang dianggap aman. Pemerintah juga jangan sampai abai akan kebutuhan masyarakat yang mengungsi. Termasuk membantu masyarakat yang mengalami kerugian akibat kerusakan tanamannya.

Sungguh menjadi duka yang dalam, khususnya bagi masyarakat Karo, apalagi erupsi ini terjadi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Covid-19 dan dampaknya terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat belum tertanggulangi kini muncul lagi erupsi Sinabung. Masyarakat dan pemerintah Kabupaten Karo juga sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 karena lesunya sektor pariwisata yang selama ini juga merupakan penggerak perekonomian daerah.

Akibat pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan juga sangat minim sehingga kegiatan hotel, restoran, usaha dagang dan usaha pendukung pariwisata lainnya juga menjadi lesu.

Duka itu belum berhenti. Kini Gunung Sinabung yang juga salah satu keindahan bagi Karo Simalem itu menyemburkan debunya. Maka bertambah lah duka masyarakat. Tak terbayangkan bagaimana kegelisahan dan kehawatiran mereka membayangkan semburan abu yang membuat sesak dan gelap gulita sebagaimana dikabarkan harian ini, Selasa kemarin.

Namun meskipun perekonomian lesu akibat pandemi Covid-19 dan erupsi gunung Sinabung, tetapi semangat masyarakat Karo diharapkan jangan ikut lesu. Demikian halnya masyarakat Sumatera Utara lainnya, mari bersama-sama membantu dan mendoakan agar duka Sinabung dan Covid-19 segera berlalu. (*)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru