Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 19 Juni 2026
TAJUK RENCANA

Pramuka Menjadi Solusi Terkini

Redaksi - Jumat, 14 Agustus 2020 10:37 WIB
1.164 view
Pramuka Menjadi Solusi Terkini
google play
Ilustrasi
Tanggal 14 Agustus disahkan menjadi Hari Pramuka, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 448 Tahun 1961. Kepramukaan merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga. Selain itu merupakan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat, serta bangsa Indonesia.

Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) memiliki sejarah yang turut berkontribusi dalam perjalanan bangsa. Lahirnya Pramuka di Indonesia turut menyulut berdirinya pergerakan nasional.

Sebelum menggema di Indonesia, Pramuka telah berkembang terlebih dahulu di Inggris, lewat pembinaan remaja yang dilakukan Lord Robert Baden Powell of Gilwell. Powell memiliki banyak pengalaman dan keterampilan survival. Powell menulis buku 'Aids to Scouting', yang kemudian menjadi panduan bagi tentara muda Inggris untuk melakukan tugasnya. Setelah itu, pimpinan Boys Brigade di Inggris meminta Powell untuk melatih anggotanya.

Pada 1908, Powell kembali menulis buku yang berisi pengalamannya tentang latihan kepramukaan. Buku berjudul 'Scouting for Boy' menyebar dengan cepat di Inggris dan negara lain, termasuk Indonesia.

Gerakan kepanduan di Nusantara oleh pribumi dibuat pada 1916, diprakarsai Pangeran A.A. Mangkunegara VII tanpa campur tangan Belanda. Organisasi itu diberi nama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO). Lahirnya JPO menjadi penyemangat berdirinya organisasi kepanduan lain di Indonesia pada saat itu.

Kepanduan terus berkembang di Indonesia mengiringi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Lalu Presiden Soekarno membubarkan semua organisasi kepanduan di Indonesia, dan meleburnya menjadi organisasi baru, yang bernama Gerakan Pramuka dengan lambang tunas kelapa.

Kehadiran Gerakan Pramuka di Indonesia mendapat tempat penting di Indonesia bertolak pada ketetapan MPRS No. II/ MPRS/ 1960. Presiden Sukarno memberikan amanat kepada pimpinan pandu di Istana Merdeka pada 9 Maret 1961. Amanat itu untuk lebih mengefektifkan kepanduan sebagai komponen penting dalam pembangunan bangsa.

Selanjutnya di era milenial sekarang Pramuka tetap ada, termasuk sebagai kewajiban di sekolah dasar (SD). Gugus depan masih berperan membentuk karakter generasi muda hingga saat ini. Namun sayangnya, gerakan Pramuka tidak sepopular dulu, bahkan hanya dianggap sebagai kewajiban saja. Sepertinya tidak ada lagi rasa bangga anak muda saat mengenakan seragam atau mengikuti kegiatannya.

Padahal banyak manfaat bagi anak-anak bila mengikuti kegiatan Pramuka, antara lain membuat anak menjadi pribadi yang tangguh menghadapi tantangan masa depan. Mereka didorong untuk belajar hal baru, bertemu banyak orang, serta menghadapi berbagai tantangan tanpa harus takut dihakimi saat melakukan kesalahan. Dengan dikelilingi sesama anggota Pramuka yang saling mendukung, anak jadi lebih berani, percaya diri dan berempati.

Kegiatan Pramuka juga memberi kesempatan anak untuk bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang baru dari beragam latar belakang. Ini akan melatih anak untuk berani berpendapat, menyelesaikan konflik melalui diskusi, mengungkapkan emosi secara positif, menghargai perbedaan, mengenali isyarat nonverbal, dan berbagai keterampilan lain yang mendukung perkembangan sosial emosionalnya.

Selain menyenangkan dan edukatif, kegiatan Pramuka juga menekankan nilai tanggung jawab dan disiplin. Kemudian bukan hanya sekadar belajar semaphore, mendirikan tenda, atau membuat simpul tali saja, tetapi anak juga harus menguasai berbagai hal dalam bidang kesehatan, sosial, perdamaian, lingkungan hidup, dan seni budaya.

Selain itu masih banyak lagi manfaatnya bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan. Sehingga sangat layak pemerintah membangkitkan lagi Pramuka untuk menjawab tantangan dan menjadi solisi terkini, di mana generasi muda lebih dekat kepada gedget daripada lingkungan. Masyarakat (orang tua) pun harus menyadari bahwa Pramuka merupakan jawaban kegalauan betapa ngerinya penyalahgunaan narkoba dan tindak kejahatan lain. (***)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru