Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan yang menandai berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus 1945 ke-75 tahun diperingati, Senin (17 Agustus 2020) besok di seluruh tanah air dan di luar negeri. Momen penting ini mengingatkan kembali akan jerih payah para pahlawan kita memperjuangkan dan memproklamirkan kemerdekaan dengan gagah berani hingga mempertaruhkan jiwa dan raganya.
Tujuh puluh lima tahun sudah berlalu, para pejuang kemerdekaan itu telah berganti dengan pejuang-pejuang untuk mengisi dan melanjutkan negara ini. Suka duka para pejuang dulu tentu tidak akan sia-sia jika negara yang kita cintai ini tetap bertahan dan semakin maju dan berkembang. Namun sebaliknya mereka tentu akan menangis sedih jika negara ini mengalami kemerosotan karena kesalahan para pengelolanya.
Proses pejalanan bangsa dan negara ini terus berlangsung dan diisi dengan pembangunan yang berkesinambungan. Arah pembangunan memang sempat melenceng dengan maraknya KKN dan terjadinya pengurasan hasil kekayaan negara ini seperti minyak bumi dan tambang lainnya serta penebangan hutan besar-besaran untuk kepentingan pribadi dan kroni-kroninya. Akibatnya negara ini mengalami krisis ekonomi dan moneter tahun 1998 karena maraknya KKN dan penyalahgunaan wewenang hingga jatuhnya pemerintahan orde baru setelah berkuasa 30 tahun lebih.
Namun pemerintahan di era reformasi hingga saat ini secara lambat laun telah berhasil memulihkan kepercayaan masyarakat dan mengatasi keterpurukan itu meskipun belum seperti yang diharapkan. Pemerataan melalui pembangunan infrastruktur secara serentak di seluruh Indonesia telah dirasakan masyarakat manfaatnya, khususnya selama pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satu yang sangat nyata adalah realisasi pembangunan 1.144 Km lebih jalan tol yang baru di Jawa, trans Sumatera dan hampir di seluruh daerah di Indonesia. Demikian halnya pemberlakuan BBM satu harga di seluruh pelosok negeri hingga Papua, kemudian kemudahan pengurusan sertifikat tanah hak milik yang selama ini sangat sulit serta lama serta penerimaan PNS yang bersih dari KKN dan kemudahan-kemudahan lainnya yang sangat membantu rakyat.
Seyogianya, pada periode kedua kepemimpinannya (2019-2024), selain melanjutkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol hingga 5.000-an Km, Presiden Jokowi akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia dan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta yang sudah sumpek ke Kalimantan Timur. Namun pembangunan itu belum jalan, tetapi wabah corona virus desease 2019 (Covid-19) melanda dunia termasuk Indonesia. Dampaknya sangat terasa bagi kesehatan masyarakat, ekonomi, sosial budaya dan aspek kehidupan lainnya. Akibatnya, program tersebut terkendala dan di sisi lain SDM Indonesia dipaksa harus siap bertahan di tengah Covid-19.
Sebagian besar SDM Indonesia belum melek (menguasai) teknologi. Sementara pandemi Covid-19 memaksa SDM dan masyarakat melek teknologi baik dalam pendidikan (sekolah) maupun pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Sehingga tidak terbayangkan bagaimana SDM kita ke depan, khususnya generasi muda dan anak-anak sekolah jika ini tidak melek teknologi. Ini juga lah yang menjadi tantangan pemerintahan Jokowi dalam 4 tahun ke depan. Apakah generasi kita akan kehilangan karena ketertinggalan dan ketidakmampuan kita beradaptasi atau apakah akan lebih maju pasca Covid-19 ini?.
Namun kita harus tetap optimis bahwa Covid-19 ini akan membawa hikmah sekaligus manfaat ke depan. Meskipun harus sampai mengalami resesi ekonomi tetapi dengan SDM yang sudah teruji dan kompeten di masa Covid-19, maka Indonesia akan bisa lolos bahkan akan cepat bangkit ke depan.
Selain memaksa pemerintah kerja keras mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi serta dampaknya terhadap masyarakat, inilah saatnya Indonesia akan memiliki keluarga tangguh. Saat pandemi Covid-19, maka orangtua banyak tinggal di rumah bersama keluarga dan ikut serta secara langsung mendidik anak-anak. Selain itu, orangtua juga dipaksa ikut kreatif sehingga anak-anaknya yang sekolah secara daring bisa terbantu dengan pendampingan langsung orangtua. Selain hubungan bathin yang semakin dekat, maka orang tua juga akan saling belajar memahami perkembangan teknologi. Sehingga anak melek teknologi, kritis, dan berahlak baik.
Selain itu, para guru juga dipaksa memahami dan menguasai teknologi digital sehingga anak didiknya tidak ketinggalan. Sudah pasti para guru juga tidak akan mau disalahkan jika anak didiknya kelak tidak kompeten dan tidak punya daya juang. Oleh sebab itu guru juga dipaksa inovatif dan kreatif untuk memajukan dunia pendidikan ke depan.
Selanjutnya setelah vaksin Covid-19 nanti diterapkan maka diyakini Indonesia akan maju cepat karena SDM sudah siap. Selain itu, infrastruktur yang sudah terbangun selama ini juga akan memunculkan sinergi memacu pertumbuhan ekonomi.
Sehingga 75 tahun Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini bukan lagi menjadi hambatan, tetapi merupakan titik balik dan tonggak sejarah Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 25 tahun ke depan tepatnya pada 2045 . Baik kemajuan pembangunan, ekonomi dan khususnya sumber daya manusia yang kritis dan punya kompetensi karena mereka sudah melek dan menguasai teknologi sehingga siap melanjutkan pembangunan nasional dan siap bersaing secara global.
Dirgahayu 75 Tahun RI. Merdeka! (*)