Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 04 Oktober 2026

Dirgahayu TNI, Jaya Bersama Rakyat

Redaksi - Selasa, 06 Oktober 2020 10:50 WIB
1.130 view
Dirgahayu TNI, Jaya Bersama Rakyat
Foto: Twitter @jokowi
Ilustrasi Dirgahayu TNI ke-75
Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibentuk melalui perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan proklamasi kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah melalui kekerasan senjata. TNI awalnya merupakan organisasi bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Kemudian pada 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), selanjutnya diubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu dibentuk Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Pada 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia, yang berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.

Dalam perjalanannya hingga saat ini, 5 Oktober 2020 berusia 75 tahun, TNI sangat berperan dalam mengamankan NKRI dari segala ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Stabilitas keamanan nasional yang terjaga menjadikan TNI memiliki citra sangat baik. Bahkan TNI termasuk salah satu kekuatan militer yang disegani di dunia.

Namun saat ini dan ke depan, tantangan TNI sangat berat. Mengingat 5-20 tahun ke depan bentuk ancaman yang tidak terlihat itulah yang akan menghancurkan suatu negara. Untuk itu TNI ke depan harus adaptif dan multi roll dihadapkan dengan teknologi peperangan dan adanya pergeseran peperangan dari hard war ke soft war, serta perang modern. Sehingga mampu menaklukan semua ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Saat ini TNI sudah dapat meningkatkan kepercayaan publik, dimana menduduki posisi lembaga dengan tingkat kepuasan publik tertinggi selama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut Survei Alvara Research Center pada akhir 2019, TNI yang saat ini dipimpin Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perwira tinggi Angkatan Udara yang dulu kemampuannya sempat diragukan, ternyata dapat diunggulkan.

Jajak pendapat yang dilakukan Arita Nugraheni dari Litbang Kompas mengatakan, citra TNI kian baik seiring kemampuan lembaga ini menanggalkan kesan dominan seperti masa lalu. Citra baik ini muncul dari penilaian publik terhadap kiprah TNI yang semakin mantap dan dekat dengan rakyat.

Apresiasi terhadap perubahan karakter TNI beberapa tahun belakangan tentu tidak muncul tiba-tiba. Citra baik tersebut terbangun perlahan seiring dengan perbaikan peran-peran yang dijalankan TNI.

Hasil jajak pendapat yang menyoroti citra dan kinerja TNI mengungkap apresiasi publik yang luar biasa terhadap lembaga pertahanan negara ini. Hampir semua responden (96,6 persen) menyatakan penjaga kedaulatan negara di darat, laut, dan udara ini memiliki citra baik.

TNI juga menjadi lembaga negara paling dipercaya publik berdasarkan survei lembaga Cyrus Network. Berdasarkan tiga indikator, yakni institusi paling kuat, paling solid, dan paling bisa dipercaya, TNI menempati posisi teratas.

Hampir tidak ada gesekan dan perpecahan internal dalam tubuh TNI yang mencuat ke publik. Ini menandakan kemampuan organisasi TNI dalam mengelola konflik dan gesekan sangat baik.

Dalam paparan survei di Jakarta Pusat, Maret 2020 itu dijelaskan, TNI juga berhasil menahan diri untuk tidak ikut campur dalam proses politik dan urusan sipil. Oleh karenanya, publik merespons dengan menempatkan TNI sebagai institusi paling bisa dipercaya.
Dengan citra paling baik ini semoga TNI bersama masyarakat bisa menjaga NKRI dalam berbagai ancaman dari dalam maupun luar negeri, saat ini maupun di masa mendatang. Jayalah bersama rakyat, Dirgahayu TNI. (***)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru