Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026
Tajuk Rencana

Mafia Izin Rute Maskapai

- Rabu, 07 Januari 2015 11:18 WIB
515 view
Temuan - Kementerian Perhubungan terkait izin rute maskapai penerbangan domestik amat mengejutkan kita. Bagaimana tidak? Ternyata maskapai AirAsia yang naas dan mengalami kecelakaan lebih dari sepekan lalu ternyata terbang tanpa menggunakan izin rute yang disetujui Kementerian Perhubungan.

Maskapai tersebut seharusnya terbang pada  Senin-Selasa-Kamis-Sabtu, tetapi malah pada pelaksanaannya terbang pada Senin-Rabu-Jumat-Minggu. Tak pelak, Kementerian Perhubungan langsung melakukan pembekuan izin rute QZ 8501.

Untuk sementara, setelah beberapa saat melakukan evaluasi, 7 pejabat Kementerian Perhubungan dinonaktifkan sampai investigasi terhadap izin rute yang disalahgunakan itu terungkap. Tetapi penyalahgunaan izin rute dimaksud ternyata terjadi secara masif. Kemarin saja, terdapat 16 penerbangan dari Bandara Juanda, Surabaya yang dibatalkan karena tidak memiliki izin rute. Bahkan ada satu maskapai yang seharusnya terbang dari Bandara Kualanamu dibatalkan karena jadwalnya tidak sesuai dengan izin rute yang diberikan.

Kejadian ini jelas merupakan peristiwa yang seharusnya tidak boleh terjadi. Penerbangan merupakan suatu bidang yang mementingkan kehati-hatian dan membutuhkan komitmen penuh kedisiplinan dari seluruh yang terlibat di dalamnya, baik itu pemerintah sebagai regulator maupun pihak maskapai sebagai penyediaan jasa layanan penerbangan, bahkan konsumen sebagai penggunanya. Mengapa? Karena ini menyangkut nyawa manusia. Pesawat terbang membawa ratusan penumpang dalam sekali terbang, dan dioperasikan menggunakan sebuah kendaraan besar yang sangat taat prosedur di dalam pengoperasiannya. Tanpa kehati-hatian maka nyawa besar taruhannya sebagaimana pernah terjadi dalam berbagai peristiwa kecelakaan pesawat terbang. Karena itulah maka regualasi di bidang transportasi udara amat sangatlah ketat.

Maka sungguh sangat mengherankan ada saja pihak yang bermain-main dengan urusan yang sangat serius ini. Jika menggunakan logika umum dari berbagai peristiwa yang terjadi di negeri ini, ini erat kaitannya dengan aksi suap menyuap dan jejaringnya bagaikan mafia. Tanpa bermaksud mendahului evaluasi dari Kementerian Perhubungan, penyalahgunaan izin rute ini tidak mungkin terjadi karena kebetulan dan biasa saja. Pasti ada permainan uang yang terlibat di dalamnya mengingat bisnis penerbangan sangat booming di negeri ini.

Kita dukung pembongkaran yang dilakukan Menteri Perhubungan. Ini tidak boleh menjadi mainan para pebisnis. Tidak masuk akal jika sebuah maskapai bisa terbang tanpa ada kerjasama yang sangat erat antara seluruh pihak dari hulu sampai hilir. Momentum kecelakaan Air Asia hanyalah pintu masuk menelusuri seluruh penyimpangan yang ada selama ini.

Selama ini jelas pemerintah kecolongan. Permainan ini pastilah melibatkan pejabat yang memiliki otoritas tinggi di Kementerian Perhubungan sehingga pihak maskapai bisa seenaknya saja mengubah rute mereka. Maka hukuman maksimal harus diberikan karena selama ini hanya berupa peringatan. Pencabutan izin maskapai adalah hukuman yang bukan tidak mungkin harus diberikan sebagai efek jera.

Dalam waktu lama maskapai asal Indonesia pernah dilarang terbang di atas udara Eropa dan Amerika. Jangan sampai hal itu terulang kembali (***)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru