Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Reshuffle untuk Pemulihan Ekonomi

- Kamis, 13 Agustus 2015 11:04 WIB
442 view
 Reshuffle untuk Pemulihan Ekonomi
Setelah menjadi perbincangan hangat selama dua bulan terakhir, akhirnya Presiden Jokowi melakukan reshuffle terbatas untuk anggota kabinetnya. Ada menteri yang digantikan orang lain, dan ada juga yang hanya ganti posisi. Orang baru dalam kabinet tersebut sebenarnya tidak asing lagi bagi publik dan sudah lama malang melintang di panggung nasional. Kemampuan dan pengalaman mereka tidak diragukan lagi.

Politisi senior PDI-P Pramono Anung menjadi Sekretaris Kabinet, mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjadi Menko Perekonomian, mantan Menko Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli menjadi Menko Kemaritiman, dan Mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Thomas Lembong menjadi Menteri Perdagangan. Dua wajah lama yang hanya pindah tempat,  adalah Sofyan Djalil  menjadi Kepala Bappenas, Luhut Binsar Pandjaitan  menjadi Menko Polhukam. Dari semua Menko, hanya Puan Maharani yang aman dari reshuffle.

Dari empat wajah baru yang masuk kabinet, tampak benar kehati-hatian Jokowi dalam menjaga keseimbangan partai pendukungnya. Hanya satu dari pengurus partai, yakni  Pramono Anung dari PDIP yang diakomodasinya menjadi Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto. Kabarnya ini usulan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Memang selama ini sudah ada sinyalemen ketidakpuasan dari kader berlambang banteng gemuk ini yang merasa jumlah menteri dari partainya terlalu sedikit. Berarti menteri dari PDIP bertambah satu, menjadi lima orang.

Tiga wajah baru lainnya merupakan orang profesional, yakni Rizal Ramli, Darmin Nasution, dan Thomas Lembong. Rizal Ramli dipercaya mewujudkan visi kemaritiman yang digadang-gadang Jokowi. Sementara Darmin Nasution yang berpengalaman mengurus pajak dan Bank Indonesia, diyakini bisa menggenjot penerimaan pajak dan menstabilkan moneter Indonesia yang tengah goncang. Terakhir, Thomas Lembong yang berpengalaman di BPPN bisa mengurusi perdagangan dalam negeri dan luar negeri yang ikut terkena dampak krisis ekonomi global.

Beberapa nama yang selama disorot bakal kena reshuffle, seperti Menteri BUMN Rini Soemarno, justru masih aman. Bisa jadi ada kompromi politik dalam reshuffle pertama ini. Indikasinya, ada pertemuan Jokowi dengan partai pendukung dan relawan sebelum ada pengumuman pergantian anggota kabinet. Bagaimana pun dukungan politik tetap penting bagi Jokowi agar pemerintahannya stabil. Apakah akan ada reshuffle jilid dua, tergantung keinginan politik Presiden, Wakil Presiden dan para pendukungnya.

Reaksi pasar memang belum terlihat jelas terhadap pergantian anggota kabinet ini. Biasanya langsung tercermin dari indeks di bursa saham dan pasar uang. Apabila figur kabinet dipercaya, maka investor akan deras masuk ke Indonesia.  

Patut dicatat, saat ini kondisi perekonomian Indonesia  tertekan akibat lesunya ekonomi global. Nilai tukar rupiah terus terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat.

Putusan Tiongkok untuk mendevaluasi uang Yuan ikut memperparah. Akibatnya harga barang impor makin mahal. Sementara industri dalam negeri belum siap menyediakan barang sejenis.Diharapkan pergantian Menko Perekonomian membuat kinerja menteri bidang ekonomi makin membaik.

Sebenarnya, sudah sejak awal banyak pihak meragukan tim ekonomi Jokowi. Kinerja menteri bidang ekonomi kurang menggembirakan. Berbagai masalah bermunculan satu per satu, yang dinilai karena kekurangsigapan menterinya. Teranyar adalah melonjaknya harga daging sapi, dan masalah dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok, yang ternyata ada permainan suap melibatkan pejabat setingkat Dirjen. Mantan Menko Perekonomian Sofyan Jalil sempat mengeluhkkan sulitnya menteri dalam timnya untuk berkoordinas,dan cenderung jalan masing-masing.

Penguatan tim ekonomi melalui reshuffle kabinet juga disuarakan Luhut Panjaitan yang masih merangkap menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Jokowi menurutnya ingin membentuk tim ekonomi yang solid menghadapi kondisi global. Negara sebesar Tiongkok saja bisa babak belur karena goncangan ekonomi dunia. Kinerja menteri yang baru bersama jajaran kabinetnya ditunggu sepak terjangnya mengangkat Indonesia kembali bangkit dari keterpurukan ekonominya. (**)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru