Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Presiden Jokowi dan Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan

- Sabtu, 15 Agustus 2015 09:58 WIB
1.539 view
Presiden Jokowi dan Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan
Sepuluh bulan lalu, Presiden Jokowi mengumumkan nama-nama menterinya. Dari sederetan nama, tak satupun putra Batak. Sontak, reaksi meluas di media sosial dan perbincangan publik, yang nadanya kecewa. Padahal, tercatat Tanah Batak merupakan pendukung setia Jokowi dan terbukti dengan melimpahnya suara dalam Pilpres.

Banyak putera Batak yang mengharapkan perubahan, tanpa imbalan menjadi relawan Jokowi. Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan yang sebelumnya merupakan wakil ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, bahkan rela berbeda pendapat dengan ketua umumnya saat itu Aburizal Bakri. Golkar secara organisasi mendukung Prabowo, sementara Luhut memilih menjadi penasehat dalam tim sukses Jokowi. Memang hubungan Luhut Panjaitan dengan Jokowi sudah akrab, sebelum menjadi Wali Kota Solo.

Berbagai isu beredar, antara lain, sebenarnya Luhut Panjaitan sudah diplot menjadi Menko Polkam. Namun karena ada tarik menarik kepentingan, rencana tersebut gagal. Belakangan, baru Luhut Panjaitan diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Posisi yang sangat strategisĀ  sebab fungsinya melakukan koordinasi antar kementerian. Gelombang ketidakpuasan terhadap susunan kabinet diĀ  masyarakat Batak pun mereda dengan sendirinya.

Luhut Panjaitan sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan ada tidaknya putra Batak dalam kabinet. Dia mendukung Jokowi karena memang layak didukung. Dalam wawancara dengan wartawan, pria kelahiran Tobasa ini, malah mengaku tak menyangka bakal diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Jokowi baru memberitahunya di detik-detik terakhir, hingga ada guyon tentang istri Luhut Panjaitan tak sempat memakai sanggul.

Ada saja yang mencoba mendongkel Luhut Panjaitan, dengan menghembuskan isu trio macan, bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan mantan Seskab Andi Widjojanto. Ketiganya dituduh membatasi komunikasi istana dengan partai pendukung. Kita ketahui reshuffle akhirnya menyingkirkan Andi Widjojanto dari posisinya. Luhut Panjaitan menanggapi isu trio macan dengan santai, sekaligus mengklarifikasinya ke publik. Isu tersebut redup dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Kerendahan hati Luhut Panjaitan kembali ditunjukkannya saat dipercaya menjadi Menko Polkam. Posisi ini sangat penting sebab berkaitan dengan ketertiban, keamanan dan politik. Sungguh luarbiasa, mengingatkan kita kepada Alm Jenderal (Purn) Maraden Panggabean. Padahal, Luhut Panjaitan saat ini bukanlah orang partai. Jokowi memilihnya karena alasan keprofesionalannya.

Bersama Luhut, ikut dilantik putra Batak lainnya dari Tapanuli Selatan, yakni Darmin Nasution. Sebelumnya ada Franky Sibarani menjadi Kepala BKPM. Makin bertambah putra Batak yang berkiprah di panggung nasional. Ini merupakan kesempatan besar bagi putra Batak untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa. Sekaligus membuktikan bahwa putra Batak memiliki kapasitas, kompetensi dan kredibilitas sebagai pemimpin bangsa.

Kita mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi memberi kepercayaan yang sangat besar kepada putra Batak. Walau sebenarnya, banyak orang Batak memilih Jokowi saat Pilpres bukan karena mengharap jabatan menteri. Kita mendukung Jokowi mengangkat orang yang tepat pada posisi yang pas (the right man on the right place), bukan karena tersandera kepentingan politik.

Masyarakat Batak mengucapkan selamat kepada Luhut Panjaitan dan Darmin Nasution. Selamat menjalankan amanah yang dipercayakan untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa negara. Jagalah integritas sebagai putra Batak yang nasionalis. Jadilah inspirasi bagi generasi muda Batak.(**)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru