Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Kebanggaan Berindonesia

- Rabu, 19 Agustus 2015 09:46 WIB
547 view
 Kebanggaan Berindonesia
Senin kemarin perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 70. Kemeriahannya terasa hingga ke desa-desa, pulau terluar dan daerah perbatasan. Beberapa menteri memilih merayakannya di luar Jakarta, berbaur dengan rakyat. Ajakan untuk bekerja menggema di mana-mana, sesuai dengan tema yang dirilis pemerintah.

Namun masih ada catatan tersisa yang terasa miris, yakni masih rendahnya kesadaran mengibarkan bendera. Banyak warga merasa tidak penting lagi memasang bendera di rumahnya. Padahal dulu pada tahun-tahun 2000 ke bawah, pengibaran bendera dilakukan selama tiga hari. Kini, meski masih ada imbauan, hal itu tidak dilakukan sebagian warga lagi.

Bendera hanya terpasang di kantor-kantor instansi pemerintah dan rumah yang berada di tepi jalan besar atau protokol. Begitu masuk ke pemukiman warga, sudah jarang ada yang mengibarkan bendera. Perhatian lebih tersedot ke lomba panjat pinang, makan kerupuk dan keramaian lainnya. Bukan berarti lomba-lomba tersebut tak penting atau tak bermakna kemerdekaan.

Apakah rendahnya kesadaran mengibarkan bendera merupakan indikasi turunnya rasa nasionalisme. Jangan-jangan sudah banyak yang tak lagi bangga sebagai orang Indonesia. Merasa malu sebagai anak bangsa nusantara. Ini berbahaya, yang suatu saat bisa membuat negara ini bubar.

Bendera adalah identitas bangsa yang mempersatukan. Sudah tak terhitung pejuang yang darahnya tertumpah demi membela bendera saat perang kemerdekaan. Misalnya, terkait peristiwa 10 November 1945 di Surabaya misalnya, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Pahlawan Bendera merupakan simbol kemerdekaan bangsa Indonesia, bersama simbol-simbol lainnya.

Ada kisah bendera Merah Putih dicari-cari tentara musuh untuk dirampas dimusnahkan. Bendera yang pertama sekali dijahit Ibu Fatmawaty tersebut untuk dikibarkan pada 17 Agustus 1945,  memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa. Jadi wajar, di mana bendera Merah Putih berkibar, di situ hadir rasa hormat dan kebanggaan berindonesia.

Aturan tentang pengibaran bendera memang sudah ada. Sosialisasinya yang masih terasa sangat kurang. Pengibaran bendera cenderung menjadi seremonial, tanpa penanaman akan makna dan semangatnya. Akibatnya terasa membosankan dan menjadi beban, terutama bagi anak-anak dan berlanjut hingga dewasa.
Kita terlalu lama membiarkan rasa bangga sebagai bangsa tergerus zaman. Saatnya dibangkitkan kembali kebanggaan terhadap bendera Merah Putih, sejak dini terhadap setiap anak Indonesia. Apapun yang terjadi, meski matahari terbit dari Barat, Merah Putih tetap harus dibela hingga titik darah penghabisan.

Keluarga dan sekolah harus menjadi garda terdepan untuk menanamkan rasa cinta dan bangga sebagai orang Indonesia. Makna dan peran bendera Merah Putih perlu disegarkan kembali. Film-film tentang perjuangan bangsa perlu dirilis ulang atau dibuat dari perspektif yang lebih bersemangat. Kampanye melalui media sosial mesti digencarkan.(**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru