Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Narkoba dan Pebisnis

- Minggu, 30 Agustus 2015 12:25 WIB
385 view
Narkoba dan Pebisnis
Hampir 35 persen pebisnis memakai Narkoba. Informasi ini tentu menambah kegelisahan kita bersama. Narkoba sebagai salah satu kejahatan kemanusiaan (extraordinary crime) telah jadi musuh bersama. Segala upaya dilakukan pemerintah untuk mencegahnya. Hukuman mati bagi para pengedar,  mengeluarkan dana untuk sosialisasi pencegahan, semuanya bermuara untuk mencegah peredaran Narkoba karena ini sangat mematikan.

Kalau sudah ketergantungan Narkoba, maka masa depan seseorang akan suram. Biaya untuk rehabilitasi tentu sangat besar. Jika kita bayangkan uang dan waktu akan habis. Andaikan uang rehabilitasi ini dipergunakan untuk hal yang lebih produktif, seperti modal berusaha maka dampaknya akan sangat besar. Ini tidak, biaya untuk melakukan rehabilitasi itu sangat merugikan. Itulah sebabnya Narkoba terus dicegah dengan segala upaya.

Kembali kepada topik pebisnis kita terkena Narkoba. Memang itu sangat masuk di akal. Mengapa tidak, untuk membeli Narkoba butuh dana segar atau uang yang banyak. Narkoba relatif mahal dan banyak anak pengusaha, anak orang kaya terjerat kasus Narkoba. Masa depan generasi muda bangsa ini diperhadapkan pada masalah Narkoba yang jadi ancaman dalam skala nasional.

Ketika pebisnis atau yang punya uang dalam jumlah relatif besar dihubungkan dengan Narkoba, maka perlu upaya penyadaran bagi kalangan pebisnis untuk mencegahnya. Apa jadinya, jika pebisnis yang diharapkan sebagai motor penggerak ekonomi terjangkit Narkoba. Maka segala keuntungan yang didapatnya bisa digunakan untuk membeli Narkoba, bahkan mengedarkan barang haram itu. Kondisi ini tentu sangat membahayakan bangsa.

Saat ini pemerintah terus menularkan semangat untuk jadi pengusaha bagi generasi muda. Kalau bisa generasi muda saat ini diharapkan jadi pengusaha atau wirausaha (membuka lapangan kerja) demi menggerakkan ekonomi nasional. Maka tugas pemerintah saat ini terus membina pengusaha muda, pelaku usaha untuk mampu membuka lapangan pekerjaan dengan memberikan suntikan modal (stimulus), kemudahan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan satu harapan, akan terbangun perekonomian yang kuat, inovatif, dan kreatif sehingga angka pengangguran bisa  berkurang secara signifikan.

Untuk itu, melakukan pencegahan dengan berbagai penyuluhan, penegakan hukum yang tegas, dan berbagai upaya lainnya untuk mencegah pengusaha terkena Narkoba tentu tugas bersama. Pengusaha adalah mitra  (strategis) pemerintah membangun perekonomian. Maka pengusaha itu perlu menyadari sejak dini, Narkoba adalah ancaman. Gunakanlah keuntungan sebagai pengusaha untuk kegiatan yang membangun, seperti modal usaha untuk ekspansi bisnis, atau untuk kegiatan sosial yang bisa menolong sesama.

Disamping itu, penegakan hukum terhadap siapa pengedar, pengguna Narkoba harus benar-benar tegas dan tidak mengenal kompromi. Dengan demikian, siapa saja, bukan hanya dari kalangan pengusaha saja akan berpikir dua kali untuk bersentuhan dengan barang terlarang tersebut. Kita sepakat Narkoba adalah ancaman terhadap kedaulatan nasional. Kalau masyarakatnya sudah kena Narkoba, maka hancurlah bangsa ini. Apalagi pengusaha kena Narkoba, maka pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bisa mandek dan stagnan yang akhirnya berpengaruh terhadap masa depan bangsa ini secara keseluruhannya. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru