Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Bom Paris : Teror Terhadap Kemanusiaan

- Minggu, 15 November 2015 11:18 WIB
581 view
Bom Paris : Teror Terhadap Kemanusiaan
Kelompok intoleransi tak berhenti beraksi menebar teror di berbagai belahan dunia. Kali ini sasarannya langsung di Paris, jantung negara Prancis.

Sedikitnya ada tujuh lokasi yang menjadi target teroris, antara lain, luar stadion Stade of France dan sejumlah titik seperti di restoran sampai arena konser Bataclan. Serangan di sejumlah restoran dilakukan dengan penembakan dan khusus dekat stadion sepakbola, dilakukan dengan bom bunuh diri.

Aksi teror ini merupakan yang kedua di Prancis yang menarik perhatian publik dunia tahun ini. Awal tahun, pada 7 Januari 2015 lalu terjadi serangan kantor Charlie Hebdo. Dua penyerang menyerbu dan menewaskan 12 jurnalis, termasuk beberapa kartunis. Serangan konon diklaim  Al Qaeda di Yaman, yang ingin menghukum majalah itu atas gambar-gambar yang melecehkan simbol-simbol agama.

Presiden Prancis Francois Hollande telah mengerahkan pasukan militer ke wilayah Paris dan sekitarnya untuk menjaga keamanan. Seluruh area Paris dan sekitar ditutup dengan alasan keamanan.  Dia mengimbau rakyat tetap waspada menghadapi situasi terkini. Prancis menurutnya harus kuat, harus menjadi besar, dan otoritas negara harus tegas dalam menghadapi teror.

Media sosial digunakan warga Paris untuk saling berbagi informasi dan membantu menemukan mereka yang tersesat. Tagar #porteouverte di Twitter, berarti membuka pintu, digunakan untuk menolong mereka yang membutuhkan tempat berlindung setelah kepolisian meminta orang-orang menyingkir dari jalanan. Tagar itu menjadi tren global dan digunakan dalam lebih dari 400 ribu kicauan hanya dalam waktu beberapa jam setelah pertama kali tagar diluncurkan.

Solidaritas bagi kemanusiaan tumbuh dan mengalir dengan cepat di tengah bencana kemanusiaan di Paris. Sejumlah alamat dan nomor telepon apartemen dicuitkan di media sosial. Termasuk mengenai tawaran akomodasi dari individu yang mencuit ke akun tersebut. Cuitan lain menyebut sejumlah armada taksi memberikan jasa cuma-cuma bagi mereka yang butuh tumpangan ke tempat pengungsian. Tak hanya mereka yang mencuit di dunia maya yang memberikan bantuan. Ada warga menunggu di luar apartemennya dan bersedia menawarkan bantuan bagi mereka yang butuh.

Belasungkawa dan simpati mengalir dari berbagai belahan dunia termasuk Pemerintah Indonesia. Ini menunjukkan betapa semua dunia telah menjadikan teroris sebagai musuh bersama. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS Obama, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Kepala Kebijakan Uni Eropa Federica Mogherini mengecam serangan di Paris yang menewaskan seratusan lebih warga tersebut. Mereka menyatakan dukungannya bagi Perancis yang sedang berjuang memulihkan keamanan.

Ban Ki-moon menyebut aksi di Paris itu sebagai sebuah perilaku barbar dan sebuah serangan teroris yang pengecut. Rusia mengecam serangan yang disebutnya sebagai pembunuhan kejam itu. Obama mengatakan aksi kekerasan di Paris merupakan sebuah serangan terhadap kemanusiaan. Serangan ini menurut Obama tak hanya ditujukan bagi rakyat Prancis, tetapi terhadap kemanusiaan dan nilai-nilai yang diyakini masyarakat dunia.

Amerika Serikat mengajak  negara di seluruh dunia bekerja bersama Prancis untuk menangkap para teroris pelaku bom Paris dan mengejar jaringan teroris yang membahayakan rakyat dunia. Selama ini Prancis merupakan negara yang komit melawan teroris. Mereka aktif dalam kegiatan antiteror bukan sekadar kampanye tetapi ikut mengirimkan pasukannya ke kawasan yang berkonflik.

Kita berharap Pemerintah Prancis segera bisa memulihkan keadaan, menolong para korban dan menangkap pelaku teror. Jelas teroris menjadikan seluruh dunia menjadi musuhnya. Negara-negara dunia mesti lebih bersatu lagi untuk bahu membahu memerangi aksi teror. Siapa saja bisa menjadi sasaran teroris, mari bangun kebersamaan dan saling menolong sebagai sesama warga dunia. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru