Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Apple, Android, dan BlackBerry Harus Perketat Enkripsi Data

- Kamis, 03 Maret 2016 20:09 WIB
221 view
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple cukup menyita perhatian publik bersama dengan FBI. Perselisihan antara Apple dan FBI telah mencuat dalam kasus iPhone terduga teroris.

Seperti diketahui, perseteruan ini terkait kasus enkripsi iPhone milik Syed Rizwan Farook sebagai pelaku teror yang terjadi pada 2 Desember 2015 lalu di San Bernardino.

Berkaca pada kasus ini, menjadi contoh bahwa bagaimanapun sistem keamanan terhadap setiap smartphone sangatlah penting untuk perusahaan dalam melindungi privasi penggunanya.

Setidaknya, ketika produsen akan merilis handset generasi berikutnya, seperti Apple, Android, dan BlackBerry ke publik secara global maka perlu dienkripsi terlebih dahulu.

Enkripsi menjadi salah satu hal penting dari gadget yang kini dapat membantu pengguna dalam menyimpan data pribadi. Enkripsi akan melindungi identitas pengguna smartphone dan alat pintar lainnya di seluruh dunia.

Chief Legal Officer at Computer Security Company AVG Technologies, Harvey Anderson mengatakan, pemain industri teknologi harus belajar, mencoba dan memperketat untuk membangun produk yang paling aman pada setiap device-nya.

"Karena tidak ada cara yang nyata bagi konsumen untuk melindungi diri terhadap masalah privasi, yang diangkat oleh keputusan sidang oleh pemerintah pada kasus ponsel iPhone," ujarnya seperti dilansir dari USA Today, Selasa.

Oleh karena itu, dia menyatakan, pertarungan Apple dan FBI dapat memberikan pelajaran bagi perusahaan akan teknologi yang insentif, perusahaan harus membangun produk yang aman sehingga tidak dapat diretas dalam waktu jangka panjang.

"Jika Apple telah melakukan enkripsi dengan benar, dan tidak ada backdoor yang tersedia untuk perangkatnya (iPhone 5c), ini tidak akan menjadi masalah yang berlarut-larut. Tidak ada cara nyata," kata Anderson.

Sementara itu, Jonathan Zittrain, Internet law professor di Harvard Law School menambahkan, Apple bisa meningkatkan keamanan untuk ponsel generasi berikutnya. "Pada akhirnya, dalam kasus Farook ini memaksa perusahaan Apple akan membangun dan memperketat sebuah generasi berikutnya dengan merilis ponsel ultra aman," kata Jonathan. (okz/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru