Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Tiongkok Klaim Berhasil Ciptakan “Bintang Buatan”

* Bisa Hasilkan Energi Bersih Tak Terbatas Sepanjang Masa
- Kamis, 10 Maret 2016 18:04 WIB
194 view
Beijing (SIB)- Ilmuwan Tiongkok mengklaim selangkah lagi berhasil menciptakan Bintang Buatan atau "Artificial Star" yang temperatur panasnya 3 kali dari panas matahari dan bisa menghasilkan energi bersih tak terbatas sepanjang masa.

Pembuatan "Bintang Buatan" ini menggunakan teknologi fusi nuklir dan jika berhasil umat manusia bisa menghentikan ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil. Dilaporkan juga, energi yang baru ini merupakan sumber energi bersih yang tak terbatas usianya.

Menurut harian The Express, eksperimen tim ilmuwan Tiongkok ini telah berhasil menciptakan gas hidrogen yang panasnya 3 kali dari inti matahari.

Tim ahli ini menyatakan sejauh ini mereka berhasil menahan temperatur sebesar 50 juta derajat Celsius selama 102 detik atau 1,7 menit. Sebelumnya, ilmuwan Jerman mengklaim berhasil menahan 80 juta derajat Celsius selama kurang dari satu detik.

Berbeda dengan yang dilakukan ilmuwan di Tiongkok yang menggunakan fusi nuklir, ilmuwan Jerman menggunakan radiasi gelombang mikro sebesar 2 megawatt untuk memanaskan gas hidrogen.

Reaktor yang diberi nama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) menanaskan gas hidrogen hingga sekitar 50 juta Kelvin (89.999.540,33 derajat Fahrenheit).

Temperatur itu setara dengan ledakan thermonuklir skala menengah. Temperatur yang amat panas itu setera dengan inti pusat Matahari yang diperkirakan panasnya mencapai 15 juta Kelvin (26.999.540,33 derajat Fahrenheit).

Sebeumnya, para ilmuwan Eropa telah mencapai temperatur yang lebih panas namun tak berhasil menahan energi panas itu dalam jangka waktu yang lebih lama karena dikhawatirkan seluruh gas bisa melelehkan reaktor.

Sementara ilmuwan di Tiongkok berhasil mencapai temperatur yang lebih panas lagi dalam jangka waktu lebih lama dengan menggunakan medan magnetik ultrakuat yang bisa menahan gas dalam sebuah ruang berbentuk kue donat.

Medan magnetik tersebut dihasilkan dari kumparan superkondutor yang melingkupi keseluruhan struktur dan bisa membangkitkan aliran listrik melalui pembangkit plasma.

Para ilmuwan Tiongkok berhasil menahan temperatur panas lebih dari 100 juta derajat Celsius (180.000.032 derajat Fahrenheit) selama 1.000 detik (sekitar 17 menit).

KEMAJUAN TEKNOLOGI
Tiongkok kini sedang berada di ujung tombak dalam berbagai aspek teknologi energi terbarukan, seperti energi matahari dan angin. Saat ini Tiongkok merupakan negara terdepan dalam perlombaan untuk mengumpulkan energi matahari.

Teknologi yang dikembangkan di Hefei itu bisa membantu International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) yang sedang dibuat di Prancis dan membantu para ahli di sana yang saat ini mengalami kemandekan pencapaian kemajuan teknologi.

Sebelumnya, sebuah instalasi "stellarator" yang bernilai 1 miliar euro berhasil melakukan terobosan besar pada Desember lalu berkat keberhasilannya memanaskan plasma sekitar 1 juta derajat Celcius (1.800,032 derajat Fahrenheit) selama sepersepuluh detik.

Yang mengejutkan yaitu reaktor tak mengalami pelelehan secara instan setelah dipanaskan hingga temperatur amat tinggi. (KJ/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru